Pelanggan Kecewa Porsi Sup Jamur Restoran Singapura Sangat Sedikit
Kekecewaan melanda seorang konsumen saat membeli makanan untuk dibawa pulang dari sebuah restoran. Porsi hidangan yang ia terima dinilai sangat minim karena langsung habis dalam lima suapan.
Seperti dilansir dari Detik Food, fenomena porsi makanan bawa pulang yang mengecil kini memicu protes dari sebagian masyarakat. Padahal, usaha kuliner biasanya memberikan porsi lebih banyak sebagai kompensasi karena pelanggan tidak menggunakan fasilitas makan di tempat.
Insiden ini menimpa seorang netizen anonim di Singapura yang memesan sup jamur dari restoran Andes by Astons, seperti dilaporkan oleh theindependent.sg (23/5). Melalui unggahan di media sosial Facebook, ia terkejut melihat wadah makanan yang datang berukuran sangat kecil dan tipis.
Berdasarkan foto yang diunggah, jumlah sup jamur tersebut bahkan tidak terisi penuh sampai ke batas atas wadah kemasan. Akibat porsi yang sangat sedikit itu, sang pelanggan mengaku tidak akan pernah kembali memesan makanan di gerai tersebut.
Unggahan itu langsung memicu beragam reaksi dari warganet lainnya. Salah satu komentar membenarkan adanya kenaikan harga di restoran Aston's yang dibarengi dengan penurunan kualitas makanan.
Netizen lain bahkan berseloroh bahwa hidangan tersebut lebih mirip saus jamur daripada sup. Ada pula yang menyebut hidangan tersebut seperti porsi untuk bayi.
Pengalaman serupa ternyata juga dirasakan konsumen lain di restoran berbeda, seperti di gerai Saizeriya saat memesan sup seafood.
"Sudah beberapa kali makan di sana, porsi sup seafoodnya jauh lebih sedikit daripada sup lainnya Semua gerai sama saja. Ini bukan kasus yang baru," jelas netizen tersebut.
Keluhan lain mengenai pelayanan restoran juga bermunculan di kolom komentar, termasuk cerita tentang hidangan bakso yang masih dingin di bagian dalam. Ketika dilaporkan, pihak manajer restoran dikabarkan hanya bersikap acuh tak acuh.
Hingga saat ini, pihak manajemen Andes by Astons dilaporkan belum memberikan respons resmi atau tanggapan publik terkait keluhan yang viral tersebut.