Pembongkaran JPO Tendean Memicu Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta Selatan
Proses pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang hampir roboh di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7/2026), memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan sekitarnya akibat pemberlakuan rekayasa lalu lintas, seperti dilansir dari Detikcom. Kemacetan kendaraan dilaporkan mengular hingga ke Jalan Gatot Subroto arah Kuningan serta Jalan MT Haryono arah Pancoran, dengan kecepatan laju kendaraan di bawah 20 km/jam. Dinas Bina Marga terus mengupayakan pemotongan dan pengangkatan sisa material JPO yang sempat menutup akses jalan ke arah Blok M agar arus lalu lintas dapat segera kembali normal.
"Ya jadi yang utamanya yang tadi saya katakan, yang dari TL Mampang ke arah Santa itu masih ditutup. Otomatis di simpang Mampang yang dari Kuningan maupun Mampang diluruskan, kemudian dari flyover Mampang ke atas masih ditutup, kemudian masih underpass juga ke bawah masih bisa dibelokkan ke kiri," kata Bernard Octavianus, Kasudinhub Jakarta Selatan.
Sisi utara Jalan Raya Tendean dari arah Santa menuju Mampang sudah mulai dapat dilalui oleh kendaraan sejak sore hari. "Jadi update sekarang ini untuk sisi utara Jalan Raya Tendean dari Santa menuju ke Mampang sudah bisa dilintasi oleh kendaraan," imbuh Bernard Octavianus, Kasudinhub Jakarta Selatan.
Petugas di lapangan memperkirakan proses evakuasi sisa struktur jembatan tersebut akan rampung sepenuhnya pada malam hari. "Dan perkiraan juga diperkirakan sebentar lagi juga akan selesai, apabila selesai nanti dua arah akan kita coba untuk buka untuk dinormalkan kembali," jelas Bernard Octavianus, Kasudinhub Jakarta Selatan.
Pekerjaan di lokasi saat ini menyisakan tahap pemotongan bagian akhir setelah sebagian besar material berhasil ditangani. "Ya perkiraan sih kalau ini kalau enggak salah kurang lebih 20-30 persen lah udah bisa diangkat, tinggal lagi pemotongan," sambung Bernard Octavianus, Kasudinhub Jakarta Selatan. Dampak dari kepadatan lalu lintas di kawasan Tendean ini juga mengganggu ketepatan waktu operasional armada TransJakarta.
"Rute 13B mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan adanya pekerjaan pembongkaran JPO di sekitar Tendean sehingga mengakibatkan kepadatan lalu lintas," demikian informasi resmi dari manajemen TransJakarta.
Guna menghindari penumpukan kendaraan, TransJakarta memberlakukan perpendekan serta pengalihan rute pada beberapa layanan koridor 13. "Koridor 13: Tegal Mampang – Ciledug sementara mengalami perpendekan rute menjadi Rawa Barat – Ciledug dikarenakan adanya kemacetan akibat pekerjaan pembongkaran JPO di sekitar Tendean," kata manajemen TransJakarta. Penyesuaian rute ini berimbas pada penutupan sementara pelayanan penumpang di Halte Tegal Mampang untuk bus yang mengarah ke Puri Beta.
"Rute 13B dan L13E sementara mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya kemacetan akibat pekerjaan pembongkaran JPO di sekitar Tendean. Sementara arah Puri Beta tidak melayani Halte Tegal Mampang," tambah manajemen TransJakarta.