Pemerintah dan Lintas Lembaga Salurkan Bantuan Gempa M7,7 di NTT

Share

Pemerintah pusat bersama unsur lintas lembaga mempercepat penanganan kedaruratan dan penyaluran logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan beras untuk para pengungsi bencana di NTT sangat mencukupi hingga satu tahun ke depan, saat meninjau lokasi penanganan pada Rabu (19/8/2026).

Kementerian Pertanian mencatat stok beras nasional saat ini berada di angka 5,2 juta ton dengan ketersediaan di wilayah NTT sebanyak 39 ribu ton. Kebutuhan beras untuk sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan mencapai 300 ton per bulan.

“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak akan ada kekurangan,” kata Amran dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (22/8/2026).

Pemerintah menyiapkan 5.386 ton beras senilai Rp75,4 miliar untuk empat kabupaten terdampak, termasuk 200 ton beras khusus bagi Kabupaten Manggarai. Kementan juga berkomitmen memperbaiki sawah, irigasi tersier, serta mengganti tanaman perkebunan yang rusak seperti kopi, kakao, dan kelapa secara gratis.

“Stok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda,” jelas Amran.

Langkah pemulihan dan penjaminan kebutuhan pangan tersebut dijalankan secara langsung sesuai instruksi pimpinan negara demi melindungi warga terdampak.

“Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan,” kata Amran.

Seluruh jajaran di daerah diminta untuk segera merespons kebutuhan masyarakat tanpa harus terhambat prosedur administrasi formal.

“Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,” ujarnya.

Kementan memastikan pendistribusian beras bantuan kemanusiaan ini disalurkan sepenuhnya tanpa memungut biaya dari para korban bencana.

“Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” tegas Amran.

Di sisi lain, kolaborasi logistik diperkuat melalui Pos Dukungan Logistik Nasional PDB Gempabumi NTT di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana menerima bantuan 34,38 ton logistik dari TNI AU yang diserahkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono pada Kamis (20/8/2026).

Sebanyak 17 ton bantuan TNI AU yang terdiri dari 550 paket sembako (4,2 ton), 2,5 ton beras, serta 1,8 ton terpal dan pakaian telah dikirimkan ke NTT, sedangkan 17,38 ton sisanya disimpan sebagai cadangan di Depot Pembekalan Material DAAU. Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung juga menyerahkan bantuan berupa 1.750 paket makanan siap saji, 4.000 unit perlengkapan pengungsian, obat-obatan, hingga 200 unit toren air dari PAM Jaya.

Sementara itu, Kementerian Sosial memfokuskan penanganan emergency di tujuh kabupaten terdampak, meliputi Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat pascagempa yang terjadi sejak 15 Agustus 2026.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa Kemensos telah mendistribusikan 48 ton beras, 13.100 paket sembako, serta memobilisasi bufferstock berupa ribuan paket makanan anak, tenda, kasur, dan perlengkapan keluarga dari gudang logistik Bekasi, Kupang, dan Dinas Sosial NTT.

“Jadi saat ini statusnya masih tanggap darurat. Kebutuhan-kebutuhan yang kemudian kita mobilisasi adalah kebutuhan-kebutuhan darurat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Melalui tujuh dapur umum yang dikelola bersama Tagana, Kemensos memproduksi hingga 22.000 porsi nasi bungkus setiap hari untuk memenuhi konsumsi harian warga di lokasi pengungsian.

“Untuk tujuh dapur umum, setiap harinya kita memproduksi sebanyak 22.000 porsi di tujuh kabupaten yang terdampak bencana di NTT,” katanya.

Kemensos turut memperhatikan pemulihan fasilitas dasar penunjang seperti suplai listrik, ketersediaan BBM, pasokan air bersih, hingga penyediaan tenaga medis di tempat pengungsian.

“Kita juga memastikan jaringan listrik juga harus segera pulih, kemudian stok BBM juga harus segera ada, termasuk kemudian kebutuhan dokter, yang ada di lokasi pengungusian,” jelas Agus Jabo.

Guna mengatasi persoalan jalur distribusi laut dan darat yang sempat terganggu gelombang laut serta material longsor, Kemensos mengambil kebijakan melakukan belanja logistik langsung di kota-kota terdekat dari lokasi bencana.

“Karena bantuan dari gudang itu lama, kita melakukan belanja di kota-kota terdekat yang terdampak bencana, sehingga secepat-cepatnya bisa memenuhi kebutuhan daerah mereka,” ujar Agus Jabo.

Pemerintah juga menyalurkan santunan duka cita sebesar Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta untuk korban luka, disertai pendampingan psikososial bagi warga trauma.

“Setelah tanggap darurat selesai, proses selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Agus Jabo.

Seluruh bantuan darurat dipastikan akan terus bergulir hingga masyarakat di seluruh wilayah terdampak dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Kalau ke depannya masyarakat masih membutuhkan bantuan-bantuan darurat, tentunya Kemensos akan berusaha sekuat-kuatnya untuk memberikan bantuan-bantuan darurat tersebut,” pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author