Pemerintah Patok Target Pertumbuhan Ekonomi KEM-PPKF 2027 Capai 6,5 Persen
Pemerintah Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius sebesar 5,8% sampai 6,5% dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Jumat (29/5/2026).
Target tersebut dipatok sebagai batu loncatan awal untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang sebesar 8% pada tahun 2029 mendatang.
Kepala Ekonom Bank Pertama Josua Pardede memberikan pandangan kritis terkait penetapan angka asumsi pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut.
“Dari sisi pertumbuhan ekonomi, target 5,8% sampai 6,5% cukup ambisius. Jadi, pemerintah tidak hanya memasang asumsi pertumbuhan yang lebih tinggi, tetapi juga mencoba menunjukkan bahwa akselerasi pertumbuhan tetap dilakukan dalam pagar fiskal yang lebih disiplin dibanding batas maksimal 3% PDB,” kata Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Pertama.
Penetapan target ini membutuhkan sejumlah prasyarat berat di sektor domestik, termasuk kekuatan konsumsi rumah tangga, percepatan belanja pemerintah yang produktif, serta pertumbuhan investasi dan kredit perbankan.
“Ini bukan mustahil, tetapi tidak bisa hanya ditopang belanja pemerintah; harus ada perbaikan nyata pada investasi produktif, hilirisasi, manufaktur bernilai tambah, logistik, dan kepastian aturan,” ujarnya.
Dokumen makro tersebut menetapkan asumsi Rupiah pada Rp16.800 hingga Rp17.500 per US$, Suku Bunga SBN Tenor 10 Tahun sebesar 6,5% hingga 7,3%, serta defisit APBN 2027 yang dijaga ketat pada rentang 1,80% hingga 2,40% dari PDB.
Pendapatan negara ditargetkan sebesar 11,82% hingga 12,40% dari PDB, sedangkan alokasi belanja negara ditetapkan sebesar 13,62% hingga 14,80% dari PDB demi mendanai berbagai program prioritas nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menyatakan optimisme tinggi mengenai besarnya peluang Indonesia untuk merealisasikan angka pertumbuhan ekonomi yang telah ditargetkan tersebut.
“Sekarang saja, tahun ini aja kita dorong menekati 6%, jadi peluangnya besar sekali. Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya udah berjalan lebih baik dibanding sekarang,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Akselerasi roda perekonomian diharapkan dapat bergerak lebih cepat melalui optimalisasi sektor swasta nasional yang saat ini dinilai belum sepenuhnya bergerak secara maksimal.
“Nah kita akan lihat secara selektif. Itu asumsi itu belum ada kenaikan pajak baru, tapi kalau nanti udah cukup sehat ekonomi masyarakat, ya kita akan pikirkan ini secara bertahap.”
Sektor energi dalam postur fiskal 2027 ini akan ditopang oleh asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada kisaran US$70-US$95 per barel, target lifting minyak bumi 602.000 hingga 615.000 bpd, serta lifting gas bumi sebesar 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari.