Pemerintah Mempercepat Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra
Pemerintah mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur permanen pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada Kamis (18/6/2026). Langkah pemulihan yang berfokus pada fasilitas pendidikan serta akses transportasi ini dilansir dari Detikcom.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pemulihan layanan dasar seperti pemerintahan, kesehatan, pasar, listrik, dan distribusi bahan bakar sudah berjalan relatif baik di tiga provinsi terdampak. Meski jalan nasional telah berfungsi, perbaikan lanjutan masih diperlukan untuk jalan provinsi dan kabupaten.
"Prioritas kita ke depan yang paling utama adalah infrastruktur, mempermanenkan infrastruktur jalan dan jembatan daerah yang belum tersentuh. Itu yang harus dikerjakan, entah oleh pemerintah daerah atau diambil alih oleh pusat," kata Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Tito Karnavian menambahkan bahwa beberapa ruas jalan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Agam, hingga sejumlah wilayah di Aceh mengalami kerusakan kembali akibat curah hujan yang tinggi. Sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius karena terdapat 4.922 sekolah yang terdampak bencana.
"Ada yang masih di sekolah darurat, ada yang menggunakan tenda, dan ada yang menumpang di sekolah lain karena bangunannya rusak berat atau perlu direlokasi," ujar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Proses rehabilitasi sekolah terus dipacu bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar kegiatan belajar mengajar kembali normal. Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan agar seluruh program pemulihan di lapangan berjalan efektif.
"Kami ingin memastikan program bisa dilaksanakan secepat-cepatnya di lapangan. Selain itu, pengawasan dan monitoring juga terus diperkuat agar tidak ada persoalan yang terlewatkan dalam proses pemulihan," ujar Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Untuk mendukung seluruh agenda percepatan tersebut, Presiden telah menyetujui total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sebesar Rp 100,1 triliun hingga tahun 2028. Khusus pada tahun 2026, alokasi dana yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 38,9 triliun.