Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik 2027
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp815,56 miliar pada tahun 2027 untuk menjalankan program pengadaan kompor listrik berteknologi baru demi menekan ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa tingginya ketergantungan nasional terhadap LPG yang mencapai 80 persen telah membebani devisa negara serta anggaran subsidi energi secara signifikan.
"Dan devisa kita setiap tahun keluar untuk LPG minimal Rp120 triliun, di saat ICP seperti ini, harga devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp130 triliun. Subsidinya di atas Rp80 triliun," kata Bahlil di Kementerian ESDM, dikutip dari CNBC Indonesia pada Rabu (17/6/2026).
Penataan teknologi kini sedang berjalan untuk mengukur perbedaan positif antara perangkat lama dengan model baru yang akan dikembangkan agar sesuai dengan keperluan masyarakat.
"Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama. Nah kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru," kata Bahlil.
Dana untuk program ini dimasukkan ke dalam pagu Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) serta telah tercantum dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI).
"Kompor listrik, ini karena kita mengurangi kebutuhan LPG, kita cari bauran energi lain. Jadi energi lain kita bukan hanya LPG, ada kompor listrik, CNG, dan lain-lain itu Rp815,56 miiliar," kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6/2026).
Selain pengadaan kompor, Kementerian ESDM juga menetapkan anggaran Rp635,24 miliar untuk program sepeda motor listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.