Pemerintah Siapkan Rp 100,1 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memacu pemulihan permanen wilayah terdampak melalui alokasi anggaran dana sebesar Rp 100,1 triliun untuk periode tahun 2026 hingga 2028. Percepatan ini didorong seiring mulai mengalirnya anggaran ke sejumlah instansi, seperti dilansir dari Detikcom pada Kamis (18/6/2026).
Realisasi kebutuhan dana tersebut dilakukan secara bertahap, meliputi Rp 38,9 triliun pada 2026, Rp 32,9 triliun pada 2027, dan Rp 28,2 triliun pada 2028. Secara keseluruhan, program pemulihan infrastruktur dasar, perumahan, serta ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini melibatkan 33 kementerian/lembaga (K/L).
Perkembangan positif mulai terlihat dari pelaksanaan program tersebut. Hingga 17 Juni 2026, sebanyak lima K/L telah menerima pagu anggaran, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pusat Statistik (BPS), sedangkan instansi lainnya masih dalam proses evaluasi serta administrasi.
"Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer. Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan. Kalau sudah ditransfer, maka speed-nya akan kencang sekali," ujar Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.
Selain mengandalkan dana pusat, pemerintah daerah didorong mengoptimalkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp 10,6 triliun yang telah disalurkan sejak awal Mei 2026. Dukungan fiskal ini terbagi atas Rp 1,6 triliun untuk Aceh, Rp 6,3 triliun untuk Sumatera Utara, dan Rp 2,6 triliun untuk Sumatera Barat. Skema hibah antardaerah juga diperkuat, termasuk bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke Aceh, serta dari pemda di Sumatera Barat ke wilayah paling terdampak.
"Daerah-daerah saya dorong untuk bisa segera bergerak menggunakan TKD masing-masing. Kemudian K/L yang anggarannya sudah cair seperti PU, kita minta agar speed-nya lebih kencang lagi," pungkas Muhammad Tito Karnavian.