Pemerintah Siapkan Insentif 1 Juta Kendaraan Listrik
Pemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk 1 juta unit kendaraan listrik yang difokuskan pada produk berkandungan lokal tinggi serta program mobil dan motor nasional. Kebijakan ini mencakup 500 ribu motor listrik dan 500 ribu mobil listrik di seluruh Indonesia.
Jumlah kuota penerima insentif anyar tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan rencana awal yang disampaikan pada Mei lalu. Sebelumnya, pemerintah hanya mengalokasikan bantuan untuk 200 ribu unit, yang terdiri atas 100 ribu motor listrik dan 100 ribu mobil listrik.
Pengarahan sasaran insentif ini dikemukakan oleh Kementerian Perindustrian guna memastikan industri dalam negeri mendapatkan dampak optimal. Penegasan mengenai penguatan struktur industri menjadi syarat utama penerima bantuan subsidi negara tersebut.
"Pasti fokus dari penerima insentif mobil atau kendaraan berbasis EV, baik itu roda empat maupun motor, merupakan produk-produk yang memang menciptakan nilai tambah yang tinggi di Indonesia, artinya pendalaman strukturnya kuat, tapi juga yang tidak kalah penting yang merupakan program mobil nasional atau merupakan program motor listrik nasional," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/8).
Bentuk insentif yang disiapkan pemerintah salah satunya meliputi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Pemerintah juga memberi sinyal bakal membedakan perlakuan insentif antara kendaraan berbasis baterai nikel dan berbasis lithium.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa rincian aturan teknis dan besaran nilai insentif tersebut masih dalam tahap kalkulasi final oleh tim kementerian terkait.
"Saya rasa dalam dua atau tiga pekan ke depan Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk 500 ribu sepeda motor listrik dan juga mobil listrik," ujar Purbaya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ICE BSD, Selasa (4/8).
Pengumuman resmi mengenai stimulus fiskal sektor otomotif ini dijadwalkan bakal disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam dua hingga tiga pekan mendatang.
"Itu masih dihitung, masih didiskusikan, tapi dalam waktu dekat akan dikeluarkan. 500 ribu motor, mobil juga. Nanti Pak Presiden yang mengumumkan," ujar Purbaya.
Langkah pendorongan insentif EV ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat transisi energi di sektor transportasi nasional.
"Saya rasa, dua atau tiga minggu ke depan Presiden akan mengumumkan stimulus EV ini," kata Purbaya.
Selain kebijakan kendaraan listrik, jajaran kementerian dan lembaga terkait juga mencatat berbagai kinerja ekonomi penting. Bank Indonesia melaporkan transaksi QRIS pada semester I 2026 menembus 12,55 miliar transaksi, atau tumbuh 100,12 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"QRIS sebagai gerbang ekonomi digital sekaligus pengubah keadaan bagi ekonomi dan keuangan digital nasional," kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di sela Prima Executive Gathering 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (6/8).
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan teknologi adsorbed natural gas (ANG) berpotensi menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun. Di tingkat global, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (IDA) Ke-22 di Bank Dunia.
"Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," ujar Kepala BRIN Arief Satria dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8).