Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap memberlakukan kebijakan bahan bakar biodiesel B50 atau campuran solar dengan minyak sawit sebesar 50 persen mulai tanggal 1 Juli 2026 mendatang.

Dilansir dari Detik Finance, langkah strategis ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara dalam jumlah besar, meningkatkan kesejahteraan petani sawit, serta memperluas lapangan kerja nasional.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa program baru ini diperkirakan dapat menekan pengeluaran devisa negara hingga mencapai angka Rp 157,28 triliun pada tahun 2026.

"Kalau kita berbicara di tahun lalu di 2025 dengan implementasi B40 saja kita sudah bisa berhasil melakukan penghematan devisa sebesar Rp 133 triliun rupiah. Dan di 2026 ini dengan implementasi B50, Pak Kepala, diharapkan kita bisa menghemat devisa kita Rp 157,28 triliun," terang Anggia dalam acara Badan Komunikasi Pemerintah, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Implementasi kebijakan ini juga dirancang untuk mendongkrak nilai tambah kotor kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) domestik demi keuntungan petani kelapa sawit di Indonesia.

Anggia menambahkan, jika pada tahun 2025 program B40 mencatatkan nilai tambah CPO senilai Rp 20,9 triliun, maka tahun ini nilai tambah tersebut diproyeksikan melonjak hingga Rp 24,68 triliun.

Sektor ketenagakerjaan juga menerima dampak positif yang masif melalui penyerapan tenaga kerja baru yang diperkirakan mampu menyentuh angka hingga 2,2 juta orang.

Selain itu, program ramah lingkungan ini ditargetkan mampu memangkas emisi karbon sebesar 46,72 juta ton demi menjaga komitmen keberlanjutan lingkungan hidup global.

Pengurangan ketergantungan terhadap pasokan bahan bakar fosil dari luar negeri menjadi agenda utama lainnya guna memperkokoh kedaulatan energi nasional.

"Bagaimana ketergantungan impor ini sangat membuat kita rentan sekali. Kita bergantung, maka dari itu inilah yang diharapkan Presiden kita bisa mandiri. Secara bertahap, baik itu dari bensin kemudian juga solar dilakukanlah pengurangan impor. Nah, B50 ini salah satunya adalah yang diupayakan agar kita bisa setop impor solar," tutur Anggia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author