Pemerintah Bakal Terapkan Mandatori Bensin Bioetanol E5 Mulai Juli 2026

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan memberlakukan mandatori bensin campuran bioetanol 5 persen atau E5 mulai 1 Juli 2026 secara bertahap, dilansir dari Bloomberg Technoz.

Kebijakan transisi energi ini diterapkan bersamaan dengan mandatori B50, di mana pasokan etanol wajib berasal dari produsen lokal guna mendukung target bauran energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa regulasi mengenai alokasi volume bahan bakar tersebut telah disetujui.

"Pak Menteri [Bahlil] kemarin sebelum berangkat ke luar ya ini, kami sudah setuju dengan mandatori B50, kan memang sudah lama kita persiapkan ya. Terus mandatori untuk E5 itu nanti dikeluarkan Kepmen [keputusan menteri] alokasi volume," ungkap Eniya di agenda IPA Convex 2026, Kamis (21/5/2026).

Kementerian ESDM sejauh ini telah mengidentifikasi tiga perusahaan lokal sebagai pemasok etanol dengan total volume mencapai 26 ribu kiloliter.

"Enggak. Belum [seluruh SPBU]. Kemungkinan belum, karena kita lagi mendata infrastruktur sama Pertamina. Peralatan-peralatannya harus di-cleaning," ungkap Eniya saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).

Pembersihan fasilitas pengisian dilakukan karena karakteristik teknis bahan bakar baru ini memerlukan penanganan khusus sebelum didistribusikan secara luas.

"Paling tidak, kita sudah exercise nanti 5%, terus nanti pada 2027 kan bisa masuk ke [mandatori bioetanol dengan kadar] yang lebih tinggi lagi. Intinya semua menyesuaikan bahan baku lokal," tambahnya.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan para pemilik kendaraan mengenai sifat higroskopis atau kemampuan mengikat air yang dimiliki oleh etanol.

"Meskipun relatif kecil karena persentasenya hanya 5%, efek samping utama penggunaan E5 berasal dari sifat etanol yang mudah menyerap air," ujar Yannes saat dihubungi, Senin (22/6/2026).

Dampak penyerapan air ini berpotensi memengaruhi ketahanan komponen mesin, khususnya pada jenis kendaraan dengan usia produksi yang lebih tua.

"Pada kendaraan lama, ada kemungkinan pengaruh negatif terhadap komponen karet dan seal bensin," tutur Yannes.

Guna menghindari kerusakan, Yannes menyarankan agar tangki bahan bakar tidak dibiarkan kosong terlalu lama dan pemeriksaan buku manual tetap dilakukan.

"Pemilik kendaraan disarankan untuk tidak mendiamkan kendaraan terlalu lama dengan tangki hampir kosong, serta melakukan perawatan berkala pada sistem bahan bakar,” katanya.

Di sisi lain, Yannes memaparkan bahwa campuran etanol 5 persen berperan positif sebagai peningkat angka oktan alami yang menyempurnakan proses pembakaran mesin modern.

"Ini membantu mengurangi gejala knocking atau ketukan mesin, sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih halus dan responsif. Lalu, kandungan oksigen dalam etanol juga mendukung proses pembakaran yang lebih sempurna, sehingga emisi gas buang cenderung lebih rendah," jelasnya.

Peningkatan kualitas pembakaran tersebut diklaim tidak akan mengganggu efisiensi konsumsi bahan bakar maupun performa kendaraan keluaran terbaru secara drastis.

"Bagi pemilik kendaraan modern, penggunaan E5 relatif aman dan tidak memerlukan modifikasi khusus," tutup Yannes.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author