Pemerintah Tetapkan Tugu Koperasi Tasikmalaya Cagar Budaya Nasional
Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan pencanangan revitalisasi Tugu Koperasi di Tasikmalaya sekaligus menetapkan kawasan bersejarah tersebut sebagai Cagar Budaya Nasional dalam rangkaian Hari Koperasi Nasional ke-79 pada Senin (24/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Kawasan Gedung Tugu Koperasi merupakan lokasi bersejarah tempat digelarnya Kongres Koperasi Indonesia pertama pada 12 Juli 1947. Peristiwa tersebut menjadi tonggak lahirnya gerakan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong di Indonesia.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan revitalisasi ini merupakan langkah menghidupkan kembali nilai perjuangan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi serta pengingat peran strategis koperasi melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan bahwa penetapan status Cagar Budaya Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa. Kongres 1947 di Tasikmalaya dinilai sebagai bagian penting dalam membangun ekonomi rakyat yang berakar pada budaya lokal, sekaligus mampu memperkuat literasi sejarah generasi muda.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan bahwa pembenahan kawasan ini akan mengukuhkan identitas Kota Tasikmalaya sebagai tempat lahirnya gerakan koperasi. Pemkot berencana mengembangkannya menjadi ruang edukasi sejarah, destinasi wisata, dan ikon kota guna mendorong ekonomi lokal.
Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran direksi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi ini, LPDB turut membuka Booth Konsultasi Coaching Clinic Pinjaman/Pembiayaan Dana Bergulir. Layanan tersebut memfasilitasi koperasi untuk berkonsultasi mengenai mekanisme serta skema pembiayaan guna memperkuat kelembagaan usaha.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat lahirnya koperasi yang sehat dan produktif di berbagai daerah melalui perluasan akses pembiayaan yang berkelanjutan.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyatakan bahwa momen revitalisasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat masa depan koperasi melalui akses pembiayaan yang lebih luas.
"Semangat yang lahir dari Kongres Koperasi 1947 harus terus diterjemahkan dalam aksi nyata. LPDB Koperasi hadir untuk memastikan koperasi tidak hanya memahami sejarahnya, tetapi juga memiliki akses terhadap pembiayaan yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Melalui coaching clinic ini, kami ingin semakin banyak koperasi yang naik kelas dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah," ujar Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto.
Kehadiran LPDB Koperasi menjadi simbol kesinambungan antara nilai sejarah dan penguatan ekosistem pembiayaan modern. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.