Pemerintah Tingkatkan Kerja Sama Pariwisata Lewat Kunjungan PM India

Share

Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (9/7) untuk mempererat hubungan bilateral melalui jalur budaya sekaligus memperkuat kerja sama sektor pariwisata kedua negara.

Hubungan sejarah yang panjang antara Indonesia dan India tercermin dari berbagai warisan budaya seperti seni, sastra, arsitektur, hingga kisah Ramayana dan Mahabharata, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Candi Prambanan merupakan simbol kedekatan peradaban yang mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat.

"Kami melihat kunjungan Perdana Menteri Modi ke Prambanan sebagai momentum yang sangat penting untuk memperkuat hubungan antar masyarakat antara Indonesia dan India. Hubungan kedua negara bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan peradaban yang telah terbangun sejak lama," ujar Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata dalam keterangan resminya.

Prambanan bersama Bali dinilai memiliki daya tarik budaya serta spiritual yang kuat bagi wisatawan asal India, sehingga kawasan ini akan dijadikan pintu penguatan wisata budaya dan spiritual. Hubungan kemitraan pariwisata ini juga terus diperkuat sejak penandatanganan nota kesepahaman pada tahun 2000 yang mencakup promosi, pengembangan SDM, investasi, sektor MICE, hingga kolaborasi pelaku industri.

Selain itu, pembentukan Joint Task Force pada 2018 diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antara Kepulauan Andaman dan Nicobar dengan Sumatra demi mendorong perdagangan, pariwisata, paket wisata bersama, dan pertukaran budaya. Aksesibilitas terus diperluas dengan mendorong penerbangan langsung ke Yogyakarta International Airport (YIA) melalui pemberian insentif pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat bagi maskapai.

"Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata," kata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata.

Kementerian Pariwisata saat ini juga sedang mengusulkan agar India masuk dalam skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang pembahasannya berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pasar India tergolong strategis bagi pariwisata nasional, dengan catatan jumlah kunjungan mencapai 298.450 pada Januari—Mei 2026 atau tumbuh 0,4 persen dari periode yang sama tahun lalu, serta terus meningkat secara tren dari 606.439 kunjungan pada 2023 menjadi 734.490 kunjungan pada 2025.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author