Pemilik Klub NBA Setujui Reformasi Sistem Lotre Draft

Share

Dewan Gubernur NBA menyetujui reformasi sistem lotre draft baru berformat 3-2-1 melalui pemungutan suara dengan hasil 29-1 pada Kamis, 28 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah aksi mengalah dengan sengaja atau tanking yang marak demi mengincar pemain prospek tinggi.

Dilansir dari Yahoo Sports dan ESPN melalui laporan Shams Charania, Memphis Grizzlies menjadi satu-satunya tim yang menolak aturan baru tersebut karena berdampak pada nilai pilihan draft masa depan yang mereka miliki dari pertukaran pemain sebelumnya.

Sistem baru ini mengubah distribusi peluang mendapatkan pilihan pertama secara drastis bagi tim-tim di liga. Tiga tim dengan rekor terburuk kini hanya mendapatkan masing-masing dua bola lotre dengan peluang 5,4 persen, turun dari aturan sebelumnya sebesar 14 percent.

Sebaliknya, tim peringkat keempat hingga ke-10 dari bawah akan mendapatkan tiga bola lotre atau peluang sebesar 8,1 persen. Sementara itu, tim peringkat kesembilan dan 10 di turnamen Play-In memperoleh dua bola, dan tim yang kalah di laga Play-In peringkat 7-8 mendapat satu bola.

Aturan baru ini juga melarang tim memenangkan pilihan nomor satu dalam dua tahun berturut-turut mulai draft 2026, sehingga Washington Wizards dipastikan tidak bisa mendapatkannya tahun depan. Selain itu, tim dilarang mendapatkan pilihan lima besar selama tiga tahun beruntun sejak draft 2025.

Pihak liga menegaskan langkah ini diambil guna mendorong distribusi talenta pemain yang adil. Melalui dokumen proposal NBA, pembatasan tersebut dilaporkan hanya berlaku untuk pilihan asli milik tim itu sendiri, terlepas dari apakah hak pilihnya telah ditukar ke klub lain.

Kasus ini berdampak langsung pada Memphis Grizzlies yang memegang hak pilih putaran pertama tahun 2027 milik Utah Jazz dari kesepakatan transfer Jaren Jackson Jr. pada Februari lalu. Akibat pembatasan ini, hak pilih maksimal yang bisa didapatkan Grizzlies dari Utah Jazz turun ke peringkat keenam.

Komisioner NBA Adam Silver juga mendapatkan otoritas besar untuk menghukum tim yang melanggar integritas kompetisi. Berdasarkan sumber liga, sanksi dapat berupa denda hingga 10 juta dolar AS, pembatalan hak pilih draft, pengurangan peluang lotre, hingga skorsing bagi pejabat klub.

Kebijakan format 3-2-1 dijadwalkan berlaku selama tiga musim hingga draft tahun 2029. Format ini diperkirakan bakal membuat jalannya kompetisi musim reguler menjadi jauh lebih ketat karena tim-tim tidak lagi memilih untuk sengaja kalah demi memburu posisi draft.

Presiden Operasi Bola Basket Boston Celtics, Brad Stevens, sempat mengutarakan pandangannya terkait potensi perubahan peta persaingan ini dalam konferensi pers akhir musimnya. Stevens menilai tantangan musim depan akan semakin berat karena tim-tim lawan akan bermain lebih serius.

"You have to consider the other teams that are at those levels, and I think the other thing that you have to consider, especially for next year, is there were a lot of teams in the NBA that were playing for draft positioning this year," kata Brad Stevens, Presiden Operasi Bola Basket Boston Celtics.

Stevens menambahkan bahwa situasi tersebut tidak akan terjadi lagi pada musim depan dengan adanya reformasi sistem. Hal ini diprediksi membuat kekuatan asli dari setiap tim di liga akan terlihat lebih jelas.

"That will not be the case next year. So, the league's gonna be a lot better. The regular season could be a lot harder, and it will probably give you a better indication of what everybody really is," ujar Brad Stevens, Presiden Operasi Bola Basket Boston Celtics.

Sistem baru ini diharapkan dapat mengembalikan nilai sportivitas di NBA sebelum liga mempertimbangkan penerapan sistem kredit draft di masa depan setelah kontrak kesepakatan bersama (CBA) saat ini berakhir.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author