Pemkab Lombok Timur dan Dompu Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Share

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan guna mempercepat penanganan krisis air bersih akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung lebih lama pada musim kemarau tahun 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih seiring dengan meluasnya dampak kekeringan meteorologis dan memanjangnya durasi Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah tersebut. "Wilayah yang masuk level Waspada akibat hari tanpa hujan yang panjang kian meluas. Kami harap masyarakat dapat menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi krisis air bersih," ujar prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Cakra Mahasurya, Minggu (12/7/2026), dikutip dari Antara.

Pihak BMKG juga mengingatkan risiko terjadinya kebakaran akibat kondisi lingkungan yang sangat kering dan meminta masyarakat menghindari aktivitas pemicu api.

"Kami imbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan agar tidak terjadi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman," pungkas Cakra. Langkah antisipasi di Lombok Timur dipersiapkan secara intensif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dengan memetakan wilayah rawan yang saat ini mencakup delapan kecamatan dan berpotensi meluas.

"Jumlah itu masih bisa bertambah dan kami memperkirakan potensi kekeringan dapat meluas hingga 11 kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, Senin (13/7/2026), dilansir dari Antara. Pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi karena durasi musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang dari biasanya.

"Prediksi kami moderat, tetapi frekuensinya lebih panjang. Karena itu, kami memperkuat mitigasi sejak sekarang," tandas Lalu Mulyadi. Sebagai langkah awal, Pemkab Lombok Timur menerbitkan surat keputusan siaga darurat berdasarkan analisis dan proyeksi cuaca dari BMKG. "Kami sudah menerbitkan surat keputusan (SK) siaga darurat terhadap prediksi El Nino sesuai prediksi BMKG," ujarnya saat diwawancarai pada kesempatan terpisah.

BPBD Lombok Timur menggerakkan Tim Reaksi Cepat untuk mengidentifikasi potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan di wilayah terdampak kekeringan.

"TRC sudah bergerak memetakan potensi sumber air yang bisa didorong saat tanggap darurat," ucapnya. BPBD menyiapkan skema penyaluran melalui jaringan perpipaan atau sumur bor, dan siap mengerahkan armada tangki jika kedua opsi tersebut tidak memungkinkan. "Kalau tidak memungkinkan pipanisasi maupun pengeboran, kami distribusi air memakai tangki," tukas Lalu Mulyadi.

Distribusi air bersih juga langsung diarahkan ke wilayah terluar seperti Pulau Meringkik di Kecamatan Keruak yang memiliki keterbatasan infrastruktur dasar.

"Akses menuju pulau itu hanya bisa ditempuh dengan perahu nelayan," katanya pada Selasa (14/7/2026), dilansir dari Antara. Penyaluran tandon air berkapasitas besar dikirimkan agar kebutuhan air bersih harian warga di pulau tersebut tetap terpenuhi.

"Sebagai langkah awal antisipasi musim kemarau kami menyalurkan bantuan tandon air kapasitas 5.400 liter. Kapasitas itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih warga di pulau tersebut," katanya. Jaringan pipa menuju lokasi penampungan di pulau itu juga mulai diperbaiki demi mengoptimalkan penanganan darurat kekeringan.

"Dengan demikian dampak El Nino di daerah 3T terutama seperti Desa Pulau Meringkik dapat dikurangi, terutama pada saat tanggap darurat," katanya. Sementara di wilayah selatan dan timur Lombok Timur, ancaman kekeringan ini juga mulai diwaspadai karena bertepatan dengan puncak musim kemarau. "Di sisi lain ancaman kemarau juga diwaspadai sektor pangan. Juli 2026 merupakan puncak musim kemarau sehingga wilayah selatan dan timur Lombok Timur perlu diwaspadai," katanya.

Upaya percepatan serupa diterapkan di Kabupaten Dompu melalui pemangkasan birokrasi penyaluran air bersih agar laporan dari desa-desa segera ditangani.

"Dengan laporan yang cepat dan rinci, pemerintah dapat menentukan langkah penanganan lebih awal sebelum dampaknya semakin meluas," ujar Plt Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Wan Muntajul, Jumat (10/7/2026), dilansir dari RRI. BPBD Dompu menyatakan bahwa saat ini dampak El Nino masih berada pada kategori sedang dan gangguan ketersediaan air bersih yang ada masih berskala sporadis. "Kondisi tersebut belum menimbulkan gangguan signifikan terhadap ketersediaan air bersih," jelasnya memungkasi laporan pemetaan wilayah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author