Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Pedagang di Jalan Raya Bogor Kramat Jati
Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan penertiban pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati. Penertiban ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan menata pedagang agar tidak menggunakan badan jalan.
Penertiban yang dimulai sejak beberapa hari terakhir ini membuat lapak pedagang ikan tidak lagi mengambil badan jalan, melainkan hanya berada di trotoar. Lalu lintas di depan Pasar Kramat Jati pun mulai terlihat lebih lancar, meski masih ada beberapa titik kendaraan tersendat.
Seorang anggota Satpol PP yang bertugas di lokasi mengatakan bahwa saat ini mereka sedang melakukan pemetaan lokasi bagi pedagang ikan yang akan direlokasi.
"Masih pemetaan lokasi pedagang ikan. Dan masih proses sosialisasi. Ya semoga ada solusi," ujar anggota Satpol PP.
Rencana Pemkot Jakarta Timur adalah memasukkan para pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir Jalan Raya Bogor ke dalam area Pasar Kramat Jati dan lokasi binaan (lokbin) yang telah disiapkan.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan bahwa ada dua langkah yang diambil, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, pedagang dilarang berdagang di badan jalan dan pengawasan diperketat dengan melibatkan Satpol PP, Dishub, PPSU, dan aparat kecamatan serta kelurahan.
"Untuk penanganan darurat mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU dan aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan," kata Munjirin.
Selain itu, Pemkot juga mewajibkan pedagang ikan untuk menampung air siraman agar tidak membasahi permukaan jalan yang dapat membuat jalan licin.
"Dan khusus untuk pedagang ikan untuk jangan menyiram ikan dengan air yang dibiarkan mengalir ke jalanan, tetapi air siraman wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik," tambah Munjirin.
Untuk langkah jangka panjang, Pemkot Jakarta Timur akan menggelar rapat dengan PD Pasar Jaya untuk membahas penataan pedagang agar bisa masuk ke dalam area pasar, sekaligus menata pedagang yang sudah ada agar dapat menampung pedagang yang direlokasi dari pinggir jalan.
"Jangka panjangnya, hari Jumat akan ada rapat di wali kota dengan pihak PD Pasar Jaya, untuk diusahakan para pedagang yang jualannya di pinggir jalan untuk bisa masuk ke dalam area pasar dengan menata kembali pedagang existing agar bisa muat menampung pedagang yang dari pinggir jalan tersebut," jelas Munjirin.
Penertiban ini dilaporkan oleh Detikcom dan menjadi perhatian penting untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan ketertiban pedagang di wilayah tersebut.