Pemkot Surabaya Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 7380 Siswa

Share

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari keluarga prasejahtera pada Selasa (14/7/2026). Program ini menyasar masyarakat yang masuk kelompok desil kesejahteraan 1 hingga 5 sesuai regulasi setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan langsung bantuan berupa paket perlengkapan sekolah serta biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan untuk siswa di sekolah swasta di Gelanggang Remaja Surabaya. Langkah ini diambil untuk memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak di Kota Surabaya.

"Hari ini kami menyerahkan bantuan beasiswa sekaligus paket seragam sekolah kepada anak-anak Surabaya. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada siswa kelas X yang baru masuk, tetapi juga kepada siswa kelas XI dan XII agar mereka juga memiliki seragam baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menambah semangat belajar anak-anak," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangan tertulis.

Kebijakan penentuan penerima bantuan ini didasarkan pada kondisi riil masyarakat tanpa menggunakan sistem kuota tetap. Pemkot Surabaya juga menegaskan larangan segala bentuk pungutan di sekolah negeri, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menggratiskan biaya pendidikan.

"Kami tidak menetapkan kuota. Bantuan diberikan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 5. Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga akan bertambah.

Sebaliknya, kalau berkurang, jumlah penerima juga menyesuaikan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran," ujar Eri Cahyadi.

Pemerintah daerah juga membuka pendaftaran daring tahap berikutnya bagi warga yang belum terdata. Pemberian bantuan dana rutin bulanan tersebut diharapkan menjadi instrumen efektif dalam program pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.

"Anak-anak yang masuk desil 1 sampai 5 dan bersekolah di sekolah swasta menerima bantuan Rp350 ribu setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada mereka. Ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak," tegas Eri Cahyadi.

Selain memberikan jaminan finansial dan fasilitas belajar, pemerintah kota mengimbau para siswa fokus pada kegiatan akademik. Para pelajar diminta menjauhi berbagai potensi kenakalan remaja seperti tawuran hingga balap liar.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan buat bangga orang tua. Tunjukkan bahwa arek Suroboyo bisa menjadi generasi yang membanggakan," pesan Eri Cahyadi.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya Arief Boediarto menjelaskan bahwa kuota penerima ditetapkan setelah menyaring 8.469 pendaftar melalui proses verifikasi. Jumlah penerima akhir dipastikan telah memenuhi seluruh kriteria kelayakan yang disyaratkan.

Ketua Tim Kerja Kesejahteraan Rakyat Bapemkesra Kota Surabaya Efi Zuliati menambahkan terdapat penyesuaian nilai bantuan dari Rp320 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan menyusul evaluasi mekanisme penyaluran. Dana tersebut dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan operasional sekolah seperti SPP, LKS, hingga biaya praktik siswa swasta.

"Saya senang sekali karena bantuan ini sangat meringankan beban orang tua. Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih tenang untuk melanjutkan sekolah," ungkap Putri Fellin, siswi kelas XI SMK Rajasa Surabaya.

Penerima manfaat berharap skema bantuan ini dapat terus dipertahankan demi keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

"Terima kasih kepada Bapak Eri Cahyadi yang sudah membantu anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bantuan ini sangat berarti karena membuat kami tetap bisa bersekolah dan mengejar cita-cita tanpa terbebani biaya pendidikan," pungkas Putri Fellin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author