Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Transportasi dan Wisata Museum

Share

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan kado spesial bagi masyarakat dalam rangka merayakan hari ulang tahun kota yang ke-499. Kado tersebut berupa fasilitas gratis untuk layanan transportasi umum serta akses masuk ke sejumlah tempat wisata dan museum pilihan. Kebijakan ini sengaja dihadirkan untuk menyemarakkan perayaan kota yang kali ini mengusung tema "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta".

Masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini sebagai sarana wisata edukatif sekaligus hiburan. Gubernur DKI Jakarta Pramono menjelaskan bahwa fasilitas gratis ini dapat dinikmati dalam beberapa hari spesifik. Aturan ini juga mengalami penyesuaian setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat luar daerah.

"Dan dalam kesempatan ini saya juga ingin merevisi sedikit, bahwa untuk tanggal 22, 27, 28, baik itu transportasi umum maupun apa fasilitas wisata yang dimiliki oleh Jakarta," ujar Pramono kepada wartawan, Minggu (21/6), dikutip dari Detikcom.

"Setelah mendapatkan masukan dari banyak pihak, terutama yang pengin memanfaatkan itu rata-rata dari luar Jakarta. Maka tidak hanya berlaku bagi KTP Jakarta, tetapi bagi KTP Republik Indonesia," lanjutnya. Selain memberikan akses gratis, Pemprov DKI Jakarta turut mengundang musisi dari berbagai daerah demi meramaikan rangkaian acara. Warga diharapkan dapat memaksimalkan seluruh fasilitas yang telah disediakan tersebut.

"Maka semua yang tadi saya sampaikan dari poin satu sampai dengan poin enam kita gratiskan. Mudah-mudahan ini akan membawa manfaat bagi warga masyarakat dan mereka terutama ikut memiliki Jakarta ini," pungkasnya.

Program Museum Hopping untuk Wisata Edukasi

Berdasarkan informasi resmi dari Pemprov DKI Jakarta, akses gratis menuju museum pilihan dibuka pada tanggal 22, 27, dan 28 Juni 2026. Langkah ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengeksplorasi koleksi sejarah, seni, dan budaya tanpa kendala biaya.

Pemerintah setempat menilai momentum hari jadi ke-499 ini menjadi peluang besar bagi warga untuk memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya nusantara. Kehadiran program ini sekaligus memperluas jangkauan ruang edukasi publik di ibu kota.

Asal-usul Penetapan HUT Jakarta 22 Juni

Penetapan tanggal hari jadi Jakarta memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Tanggal tersebut merujuk pada momen saat Pangeran Fatahillah berhasil merebut kembali pelabuhan Sunda Kelapa dari tangan Portugis pada 22 Juni 1527. Dikutip dari Detikcom melalui catatan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jakarta Pusat, pencetusan hari lahir ini diinisiasi oleh Wali Kota Jakarta era 1953-1958, Sudiro.

Ia menilai bahwa Kota Jakarta memerlukan sebuah hari perayaan yang resmi sejak masa Batavia. Sudiro kemudian membentuk tim penelitian bersama para ahli sejarah seperti Mohammad Yamin, Sukanto, dan Sudarjo Tjoktosiswoyo. Hasil riset bersama tersebut menyepakati bahwa 22 Juni 1527 merupakan hari lahir Jayakarta, yang kini menjadi Jakarta.

Naskah sejarah berjudul 'Dari Jayakarta ke Jakarta' lalu diserahkan Sudiro kepada Dewan Perwakilan Kota Sementara. Hasilnya, tanggal 22 Juni 1957 resmi diterima secara bulat dalam sidang pleno sebagai hari ulang tahun Jakarta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author