Pemprov DKI Jakarta Menata Kawasan Rasuna Said hingga Dukuh Atas

Share

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembenahan ruang kota secara berkelanjutan melalui penataan Jalan H.R. Rasuna Said dan pencanangan Pedestrian Deck Dukuh Atas pada Minggu (21/6/2026). Langkah infrastruktur dalam rangka hari jadi Jakarta ke-499 ini dilansir dari Detikcom turut melibatkan peran aktif masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Pembenahan tersebut mencakup pembongkaran 109 titik tiang monorel yang terbengkalai selama dua dekade di koridor Rasuna Said sepanjang 3,8 kilometer sejak Januari 2026. Selain itu, kawasan ini mengalami perbaikan drainase, trotoar, jalan, hingga fasilitas disabilitas, serta menjadi lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor setiap Minggu.

"Jakarta yang maju bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi dijaga bersama oleh seluruh warganya," ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Penataan koridor ini juga mengubah fungsi kawasan perkantoran menjadi ruang aktivitas warga saat akhir pekan.

"Kawasan ini menjadi ruang baru untuk interaksi dan berolahraga bagi masyarakat," kata Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Bersamaan dengan itu, Halte Transjakarta Setiabudi berganti nama menjadi Halte Setiabudi Integritas lewat kolaborasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saya berharap momentum ini dapat meningkatkan komitmen PT Transjakarta sebagai pemacu dalam menghadirkan contoh pelayanan publik terbaik, bersih, terintegrasi, dan transparan bagi seluruh warga Jakarta," ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Di kawasan Dukuh Atas, pembangunan Pedestrian Deck atau Jembatan Donat dicanangkan untuk menghubungkan enam moda transportasi publik, yaitu MRT, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, Transjakarta, dan LRT Jakarta. Proyek konektivitas yang ramah disabilitas ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028 melalui skema pembiayaan kreatif nonsumber APBD.

"Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik," kata Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Pemerintah daerah mengimbau seluruh pihak agar pengerjaan fasilitas publik ini tetap berjalan sesuai target yang ditentukan.

"Saya berharap pembangunan ini dapat berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pengguna," tutur Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Selain infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Langkah ini diambil menyusul produksi sampah Jakarta yang mencapai 9.000 ton per hari dan kondisi TPST Bantargebang yang telah setinggi 60 meter.

"Banyak RT dan RW yang telah lebih maju dari yang kami perkirakan. Karena itu, gerakan ini tidak boleh kendur dan harus terus diperluas agar menjadi budaya seluruh warga Jakarta," kata Pramono, Gubernur DKI Jakarta.

Gerakan pilah sampah massal yang dimulai dari Monumen Nasional ini mendapatkan apresiasi dari jajaran pemerintah pusat.

"DKI Jakarta tidak hanya menghadirkan regulasi, tetapi juga telah melakukan aksi secara masif hingga tingkat RT dan RW. Daerah lain dapat mencontoh langkah yang dilakukan Jakarta," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author