Pemprov Jatim dan Bank Jatim Salurkan Bantuan Musibah NTT Rp 3,2 Miliar

Share

Penyaluran bantuan sosial senilai Rp 3,2 miliar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Jatim bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan logistik dan donasi berlangsung pada Minggu (23/8) di sejumlah posko penanganan musibah seperti dilansir dari Detikcom.

Aksi kepedulian tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo. Dukungan diserahkan untuk membantu proses pemulihan warga di lokasi bencana.

Bank Jatim menyalurkan dua skema dukungan dalam aksi sosial ini. Skema pertama berupa donasi Jatimers sebesar Rp 250 juta khusus bagi pegawai Bank NTT yang terdampak musibah. Bank NTT sendiri tercatat sebagai anggota Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Jatim.

Sinergi antaranggota KUB menjadi alasan penting pemberian dukungan moral dan materiil tersebut. Dukungan ini ditujukan untuk memperkuat kebersamaan di lingkungan perbankan regional.

"Bank NTT merupakan bagian dari keluarga besar KUB Bank Jatim. Ketika saudara-saudara kita di Bank NTT turut terdampak bencana, kami merasa perlu hadir memberikan dukungan. Donasi dari Jatimers sebesar Rp250 juta ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para pegawai Bank NTT yang terdampak, sekaligus menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian dari keluarga besar Bank Jatim," kata Winardi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Bantuan kedua disalurkan melalui BPBD Jawa Timur untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Logistik yang dikirim meliputi beras, sarden, kornet, susu, pampers, hingga pembalut wanita agar bisa diakses kelompok rentan di posko bencana.

"Selain memberikan dukungan kepada rekan-rekan di Bank NTT, Bank Jatim juga ingin memastikan kepedulian kami dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sana. Aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui peran sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan semangat gotong royong ketika terjadi bencana," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendistribusikan total bantuan logistik seberat 65,7 ton senilai Rp 3.006.652.875. Pasokan bantuan mencakup kebutuhan pangan, tenda, terpal, kompor, peralatan mandi, hingga perlengkapan bayi yang disesuaikan dengan masukan tenaga kesehatan di lapangan.

Sebanyak 12,8 ton bantuan senilai Rp 720.965.175 dialokasikan untuk warga sekitar SD Inpres Robo. Sementara itu, posko di Manggarai Timur menerima alokasi logistik sebesar 52,9 ton dengan nilai Rp 2.285.687.700.

Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa pengiriman logistik difokuskan untuk mendampingi warga melewati masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan awal.

"Dukungan dari Jawa Timur diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Kami ingin saudara – saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author