Pemprov Sumut Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Finlandia
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjajaki kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan Pemerintah Finlandia untuk memperkuat pasokan daya di wilayah tersebut. Penjajakan tersebut dibahas saat Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Duta Besar Finlandia di Kota Medan pada Rabu (17/6/2026), seperti dilansir dari Detikcom.
Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tantangan pengelolaan limbah masyarakat secara berkelanjutan di berbagai daerah. Saat ini, Pemprov Sumut sedang menjalankan proyek fasilitas PSEL berkapasitas 15 megawatt yang dialokasikan untuk melayani wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.
Pemerintah daerah berharap teknologi ramah lingkungan ini dapat diadopsi secara lebih luas, khususnya untuk menjangkau kawasan yang memiliki aksesibilitas sulit. Upaya perluasan ini dinilai penting untuk memeratakan infrastruktur pengelolaan limbah di Sumatera Utara.
"Oleh karena itu, kami berharap mungkin Finlandia bisa mensupport program untuk membangun PSEL ini, kami harap kita bisa kerja sama dengan skala yang sama atau yang lebih kecil di beberapa wilayah," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Selain sektor pengelolaan limbah, sektor industri hilirisasi juga menjadi agenda yang ditawarkan kepada pihak asing. Letak geografis wilayah yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka serta melimpahnya sumber daya alam menjadi modal utama daya tarik investasi.
Komoditas kelapa sawit menjadi salah satu sektor unggulan yang dipaparkan karena memiliki potensi pengembangan industri turunan yang sangat besar.
"Kami sangat terbuka tentang pengolahan kelapa sawit, ini salah satu hal paling berpotensi di Sumut," ucap Bobby.
Pihak asing menyambut baik peluang investasi tersebut dan menyatakan kesiapan dalam mentransfer teknologi pengolahan limbah menjadi daya listrik. Implementasi teknologi ini dirancang fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan wilayah setempat, baik dalam volume besar maupun kecil.
Penerapan sistem modular pengolahan limbah dinilai sangat relevan bagi daerah kepulauan karena dapat dioperasikan secara efektif di wilayah terpencil. Sistem ini didukung dengan program edukasi masyarakat dan metode penyortiran yang terintegrasi.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir mendampingi Gubernur yakni Wakil Gubernur Sumut Surya bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sumut.