BMKG Mutakhirkan Parameter Gempa Timor Tengah Selatan Jadi Magnitudo 5,0

Share

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memutakhirkan parameter kekuatan gempa tektonik di wilayah perairan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur menjadi magnitudo 5,0 pada Kamis, 28 Mei 2026 pagi. Hasil pemodelan instansi tersebut memastikan getaran dangkal ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Data terbaru BMKG menetapkan posisi episenter terletak di laut pada koordinat 10,62° LS dan 124,44° BT, dengan kedalaman 10 kilometer. Titik presisi tersebut berjarak 50 kilometer dari arah Selatan Kualin, Timor Tengah Selatan, setelah sebelumnya diestimasi bermagnitudo 5,1 dengan jarak 86 kilometer.

Guncangan berskala intensitas III MMI dirasakan oleh warga di kawasan Kualin, Amanuban Selatan, hingga Amarasi Timur seperti truk besar yang melintas. Berdasarkan pemantauan otoritas terkait sampai pukul 09.00 WIB, belum ditemukan adanya kerusakan fisik bangunan maupun aktivitas gempa susulan di lokasi terdampak.

Detail mengenai koordinat dan dampak langsung pasca-peristiwa di wilayah perairan NTT tersebut dikonfirmasi oleh pihak Stasiun Geofisika Kupang.

"Gempa bumi terjadi pada pukul 09.46 Wita," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama.

Arief Tyastama kemudian memberikan rincian lebih lanjut mengenai estimasi awal jarak pusat lindu dari daratan.

“Tepatnya sekitar 86 kilometer arah tenggara Kabupaten TTS,” ujar Arief.

Di samping itu, mekanisme struktural pergeseran lempeng bumi di bawah Laut Timor dijelaskan lebih rinci melalui publikasi tertulis resmi dari BMKG.

“With structural reference to the epicenter location and hypocenter depth, the earthquake that occurred is a shallow earthquake type due to activity in the Indo-Australian Plate collision zone,” tulis BMKG.

Melalui rilis tertulis tersebut, BMKG juga menyertakan hasil analisis matematis terkait potensi risiko ikutan untuk menenangkan warga pesisir.

“The modeling results show that this earthquake DOES NOT POTENTIALLY TSUNAMI,” lanjut BMKG.

Guna menjaga situasi tetap kondusif, pihak kedinasan mengeluarkan instruksi lanjutan bagi masyarakat setempat agar tetap waspada terhadap kondisi bangunan sekitar.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbau BMKG.

Dalam pengumuman berkala lewat situs resminya, BMKG turut menambahkan data frekuensi kegempaan nasional yang mencatat adanya 18 aktivitas lindu signifikan dalam sepekan terakhir.

"Pusat gempa berada di 86 Tenggara km TIMORTENGAHSEL-NTT dan tidak berpotensi tsunami." tulis BMKG.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author