Penambang Bitcoin Alihkan Operasi ke Pusat Data AI

Share

Sejumlah perusahaan penambang Bitcoin global mengalihkan fokus bisnis mereka ke sektor pusat data kecerdasan buatan (AI) pada Juni 2026 akibat pemburukan kondisi ekonomi penambangan dan peningkatan biaya produksi.

Langkah penyesuaian strategi ini diambil oleh para penambang menyusul laporan dari JPMorgan yang menunjukkan harga pasar Bitcoin bergerak sekitar 19 persen di bawah estimasi biaya produksi penuh sebesar US$78.000 per BTC.

Tekanan finansial tersebut diperparah oleh dampak Bitcoin halving yang memangkas imbalan blok, sehingga mendorong penurunan hashrate Bitcoin sebesar 12 persen sepanjang Juni 2026 berdasarkan data Galaxy Research.

Untuk mendanai ekspansi ke infrastruktur kecerdasan buatan, laporan industri mengungkapkan bahwa perusahaan penambang publik telah menjual lebih dari 15.000 BTC dari cadangan korporasi mereka serta mengambil utang bernilai miliaran dolar.

Operator penambangan seperti MARA, CleanSpark, Riot Platforms, Cango, Core Scientific, dan Bitdeer bahkan tercatat menjual total 32.000 Bitcoin pada kuartal pertama 2026 demi membiayai operasional mereka.

Di sisi lain, kebutuhan komputasi AI yang melonjak mendorong perusahaan seperti HIVE Digital, Hut 8, dan TeraWulf menyewakan fasilitas listrik skala besar serta sistem pendingin mereka melalui kontrak jangka panjang.

Nilai kontrak kecerdasan buatan dan komputasi berkinerja tinggi (HPC) yang berhasil diamankan oleh para penambang kini telah melampaui angka US$70 miliar.

Transisi ini diperkirakan akan mengubah struktur pendapatan industri, dengan potensi kontribusi bisnis AI mencapai 70 persen dari total pendapatan penambang pada akhir tahun 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author