Penanganan Kebakaran Lahan Gambut Memerlukan Deteksi dan Pemantauan Mendalam

Share

Api yang tampak padam saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak selalu berarti kebakaran sudah selesai. Di lahan gambut, api dapat terus membakar material organik secara lambat di bawah permukaan, dikenal sebagai smouldering fire.

Penelitian oleh Eko Widi Santoso dan tim dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) membahas fenomena ini dan pentingnya deteksi dini karhutla menggunakan teknologi machine learning. Smouldering adalah proses pembakaran tanpa nyala api yang jelas, berlangsung lambat di lapisan gambut bawah tanah.

Berbeda dari kebakaran permukaan yang mudah terlihat, pembakaran smouldering sulit dideteksi dan dipadamkan karena berlangsung berhari-hari hingga berbulan-bulan. Proses ini mengonsumsi biomassa gambut yang tersimpan selama bertahun-tahun.

Kesulitan utama pemadaman berasal dari lokasi api yang tersembunyi dalam lapisan gambut. Petugas sering tidak dapat melihat sumber panas sehingga risiko kebakaran muncul kembali tetap tinggi meski permukaan tampak aman.

Penanganan karhutla gambut sebaiknya tidak hanya fokus pada pemadaman api permukaan, melainkan juga pencegahan dengan tiga tahap: deteksi dini, penentuan lokasi kebakaran, dan penggunaan teknologi tepat guna.

Indonesia telah memakai metode seperti data hotspot dan Fire Weather Index untuk pemantauan. Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan dalam mendeteksi smouldering secara akurat.

Penelitian BRIN mengusulkan penggunaan machine learning berbasis impact-based learning untuk meningkatkan sistem pengurangan risiko bencana karhutla. Sistem ini memanfaatkan data dan pola untuk memberikan informasi dini tentang potensi dan dampak kebakaran.

Meski masih berupa konsep pengembangan, pendekatan ini menunjukkan bahwa pengendalian karhutla gambut memerlukan teknologi canggih dan pemantauan berkelanjutan, terutama setelah api permukaan padam.

Fenomena smouldering menjelaskan mengapa kebakaran gambut sulit selesai dan dapat menjadi masalah berkepanjangan karena api menyebar melalui lapisan organik bawah tanah secara horizontal dan vertikal.

Oleh sebab itu, pemantauan intensif pasca-pemadaman sangat penting agar sumber panas benar-benar hilang dan mencegah kebakaran muncul kembali.

Temuan ini dikutip dari penelitian yang diterbitkan di Majalah Ilmiah Pengkajian Industri BRIN pada 13 September 2023, sebagai bagian dari upaya pengembangan teknologi karhutla berbasis machine learning.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author