Pendaftaran Beasiswa Fast Retailing Dibuka Mulai 1 Juli 2026

Share

Pendaftaran Beasiswa Fast Retailing akan segera dibuka oleh Fast Retailing Foundation mulai 1 Juli 2026 mendatang. Program ini ditujukan bagi pelajar yang memiliki cita-cita untuk melanjutkan studi pada jenjang sarjana atau S1 di Jepang, seperti dilansir dari Detikcom.

Melalui program bantuan ini, para penerima beasiswa didorong untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai budaya Jepang. Bantuan ini juga bertujuan meningkatkan bakat peserta lewat pertukaran intelektual dan membekali mereka dengan pengetahuan yang diperlukan selama belajar di negara tersebut.

Yayasan menetapkan kuota penerimaan maksimal sebanyak 10 orang untuk setiap negara. Setiap mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan dana bantuan yang mencakup berbagai komponen pembiayaan kuliah.

Berdasarkan panduan resmi pendaftaran, Fast Retailing Foundation memberikan dana sebesar 4.500.000 JPY atau berkisar Rp496 juta per tahun untuk tiap penerima. Dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan studi mahasiswa.

Komponen pembiayaan pertama mencakup seluruh biaya kuliah serta biaya administrasi lainnya yang disesuaikan dengan tagihan resmi universitas. Selain itu, terdapat tunjangan persiapan pendukung di awal program sebesar 200.000 JPY atau sekitar Rp22 juta.

Penerima beasiswa juga akan mendapatkan tunjangan biaya hidup bulanan. Bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di wilayah Kanto, tunjangan yang diberikan adalah sebesar 200.000 JPY atau senilai Rp17 juta per bulan.

Sementara itu, mahasiswa yang berkuliah di luar wilayah Kanto akan menerima tunjangan bulanan sebesar 144.000 JPY atau sekitar Rp15,8 juta.

Kriteria dan Syarat Pendaftaran

Terdapat sejumlah persyaratan dan kriteria yang wajib dipenuhi oleh setiap pelamar Beasiswa Fast Retailing Foundation 2026. Calon pendaftar diharuskan memiliki perspektif internasional serta mempunyai tujuan yang jelas untuk menempuh studi di Jepang.

Pelamar juga wajib bersedia untuk mendaftar pada program sarjana berbahasa Inggris di universitas yang telah ditunjuk oleh pihak yayasan. Komitmen untuk mempelajari bahasa serta memahami budaya Jepang selama masa kuliah menjadi poin penting berikutnya.

Kriteria lainnya mengharuskan penerima beasiswa bersedia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yayasan. Aktivitas tersebut meliputi bidang publikasi, pengembangan komunitas, serta program-program sosial lainnya.

Persyaratan kewarganegaraan juga ditentukan secara spesifik oleh pihak penyelenggara. Pelamar harus memegang status kewarganegaraan dari salah satu dari tiga negara yang ditetapkan, yaitu Vietnam, Indonesia, atau Filipina, yang sah selama masa studi berlangsung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author