Viral Pengelola Tempat Makan Bebankan Biaya AC ke Pelanggan

Share

Sejumlah pengelola tempat makan belakangan ini kedapatan membebankan biaya fasilitas pendingin udara atau AC kepada para pelanggan mereka. Fenomena yang memicu perbincangan hangat ini diketahui terjadi di Indonesia dan Malaysia, seperti dilansir dari Detik Food.

Fasilitas ruangan ber-AC umumnya disediakan secara gratis oleh pemilik atau pengelola tempat makan sebagai daya tarik utama. Namun, baru-baru ini muncul berbagai keluhan dari konsumen yang mendapati tarif AC masuk ke dalam tagihan pembayaran mereka.

Salah satu peristiwa yang sempat ramai di media sosial terjadi di Klaten, Indonesia. Berdasarkan unggahan akun Instagram @indonesiapopuler.id, sebuah nota pembayaran dari warung bakso menunjukkan adanya biaya AC sebesar Rp 3.000 untuk satu orang. Karena pengunjung tersebut datang berdua, total biaya tambahan yang harus dibayar menjadi Rp 6.000.

Permasalahan di warung bakso tersebut dilaporkan telah selesai. Pihak manajemen tempat makan telah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan kompensasi kepada pelanggan sebagai bentuk tanggung jawab mereka.

Kejadian serupa ternyata juga berlangsung di Malaysia baru-baru ini. Seorang wanita membagikan cerita melalui media sosial Threads bahwa dirinya diinformasikan oleh staf restoran mengenai adanya biaya AC sebesar RM28 atau sekitar Rp124 ribu karena datang bersama rombongan.

Kekecewaan muncul saat tagihan akhir diberikan kepada rombongan tersebut. Pelanggan itu terkejut karena biaya AC yang tertera membengkak menjadi RM100 atau setara dengan Rp446 ribu.

Pelanggan tersebut menyatakan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya ditagih dengan biaya sangat mahal hanya untuk menikmati makanan di ruangan ber-AC. Unggahan curhatan itu langsung menyebar luas dan menjadi viral di internet.

Reaksi Warganet di Media Sosial

Banyak warganet yang mengekspresikan rasa kesal dan marah setelah mengetahui kebijakan penarikan biaya fasilitas tersebut. Sebagian di antara mereka bahkan mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan karena menganggap restoran mengambil keuntungan secara berlebihan.

Kekhawatiran juga muncul mengenai potensi kebijakan ini ditiru oleh pelaku usaha kuliner lainnya. Warganet mempertanyakan apakah nantinya fasilitas dasar lain juga akan dikenakan tarif terpisah.

"Habis ini pelanggan suruh bayar semua biaya untuk kursi, meja, tisu, air cuci tangan," kata netizen tersebut.

Kendati demikian, beberapa warganet memilih untuk membela pihak restoran. Mereka menilai bahwa penjelasan atau klarifikasi dari sisi pemilik tempat makan juga perlu didengar agar penilaian tetap objektif. Ada pula yang memaklumi karena beberapa restoran memang menyediakan pilihan area makan dengan AC yang dikenakan biaya tambahan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author