Dinas Pendidikan Jawa Tengah Umumkan Hasil Seleksi SPMB SMA SMK 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi menyiarkan pengumuman hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB SMA dan SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 secara daring pada Minggu, 21 Juni 2026.
Sebanyak 337.135 orang tercatat mendaftar dalam proses seleksi ini, dengan rincian 149.408 siswa pada jenjang SMA dan 143.937 siswa pada jenjang SMK. Pelamar yang dinyatakan lolos diwajibkan untuk segera melakukan proses daftar ulang secara luring di sekolah tujuan mulai 22 hingga 25 Juni 2026.
Berdasarkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan SPMB, kegagalan melakukan konfirmasi atau daftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan tanpa alasan kedaruratan sah akan membuat sistem otomatis menganggap calon siswa mengundurkan diri. Kuota yang kosong kemudian bakal dialihkan kepada peserta di jalur cadangan yang dijadwalkan mendaftar ulang pada 29 sampai 30 Juni 2026.
Untuk kuota penerimaan jenjang SMA, jalur domisili mendapatkan alokasi paling sedikit 33 persen, diikuti jalur afirmasi sebesar 32 persen, jalur prestasi sebanyak 30 persen, dan jalur mutasi maksimal 5 persen. Calon siswa diminta membawa dokumen fisik asli beserta fotokopi berupa kartu pendaftaran, buku rapor, Surat Keterangan Lulus, Kartu Keluarga, akta kelahiran, serta berkas pendukung jalur khusus ke sekolah tujuan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memantau langsung pelaksanaan SPMB di Posko Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan SMAN 3 Semarang. Ia menyebutkan bahwa kendala yang ditemukan di lapangan sejauh ini umumnya berkaitan dengan kesalahan teknis penggunaan sistem oleh masyarakat.
"Kendala rata-rata karena belum bisa mengaplikasikan sistem terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kami bantu semuanya," kata Luthfi, dikutip dari Tribun Jateng.
Pihak panitia di tingkat provinsi maupun sekolah tetap memberikan pelayanan pendampingan pada hari libur untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar. Luthfi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kebersihan proses seleksi tahun ini.
"No Titip-titip, No Jastip," ujar Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah mengantisipasi lonjakan akses situs pengumuman dengan memperkuat infrastruktur teknologi informasi. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menjelaskan pihaknya berkolaborasi dengan Diskomdigi Jateng dan Alibaba untuk meningkatkan kapasitas server menggunakan teknologi cloud server auto scaling serta menyiapkan sistem cadangan multi-zone.
Setelah tahapan daftar ulang bagi peserta utama dan peserta cadangan selesai dilaksanakan, seluruh siswa baru dijadwalkan akan memulai hari pertama sekolah pada 13 Juli 2026.