Penjualan Mobil LCGC Turun 22,8 Persen pada Awal Tahun 2025
Penjualan mobil Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia mencatatkan penurunan sebesar 22,8 persen pada periode Januari hingga Mei 2025 dengan total 46.055 unit, meskipun pasar otomotif nasional secara umum mengalami pertumbuhan volume penjualan.
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (16/6/2026), menunjukkan realisasi penjualan tersebut melemah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 59.730 unit.
Penurunan performa segmen ramah lingkungan ini juga terlihat pada data bulanan, di mana penjualan LCGC pada Mei 2026 tercatat sebanyak 8.232 unit atau merosot 10,82 persen secara tahunan dari capaian Mei 2025. PT Astra International Tbk masih mendominasi pangsa pasar sektor ini dengan membukukan penjualan sebesar 6.836 unit pada Mei 2026, yang setara dengan menguasai 83 persen market share segmen tersebut.
Secara kumulatif sepanjang lima bulan pertama, grup Astra mengantongi angka penjualan LCGC sebanyak 35.211 unit atau menguasai sekitar tiga perempat dari total pasar komoditas bersangkutan. Kondisi lesunya segmen LCGC berbanding terbalik dengan total penjualan mobil nasional yang dilaporkan GAIKINDO justru tumbuh dua digit hingga 14 persen secara year-on-year (yoy) menjadi 69.219 unit pada Mei 2026.
Jika ditinjau dari fluktuasi bulanan berdasarkan data resmi GAIKINDO pada Senin (15/6/2026), angka wholesales Mei 2026 sebenarnya melemah dari capaian April 2026 yang sempat menyentuh 80.779 unit. Tren koreksi ini juga diikuti oleh sektor ritel yang turun tipis dari 75.736 unit menjadi 71.890 unit akibat faktor musiman pasca-lebaran serta banyaknya hari libur nasional pada bulan Mei.
Secara keseluruhan, total pengiriman wholesales nasional dari Januari sampai Mei 2026 berada pada angka 359.015 unit atau meningkat 12,8 persen, sementara penjualan ritel naik 8,8 persen menjadi 359.490 unit.