Penjualan Mobil Listrik Nasional Turun Menjadi 9.290 Unit
Pasar penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia mengalami perlambatan pada Mei 2026 setelah mencatat penurunan volume wholesales secara signifikan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan angka penjualan menyusut menjadi 9.290 unit dari rekor bulan sebelumnya.
Penurunan tajam performa pasar kendaraan listrik nasional tersebut terjadi setelah pada April 2026 mencatatkan rekor penjualan sekitar 14.825 unit. Informasi penurunan pengiriman unit dari pabrik ke dealer ini dilansir dari Bloomberg Technoz pada Senin (15/6/2026).
Kondisi pasar mobil listrik tersebut berbanding terbalik dengan penjualan mobil nasional secara keseluruhan pada Mei 2026 yang tumbuh dua digit sebesar 14 persen secara tahunan (yoy). Volume total penjualan mobil domestik menyentuh angka 69.219 unit dibandingkan realisasi Mei 2025 sebesar 60.697 unit.
Meskipun demikian, grafik performa bulanan pasar mobil nasional secara keseluruhan tetap menunjukkan kelesuan jika dibandingkan dengan April 2026. Angka wholesales Mei melemah dari 80.779 unit menjadi 69.219 unit, sementara penjualan ritel terkoreksi tipis dari 75.736 unit menjadi 71.890 unit.
Laporan GAIKINDO turut mengungkap bahwa Jaecoo J5 menjadi bintang utama pada Mei 2026 dengan mencetak wholesales 2.943 unit. SUV listrik tersebut sukses memimpin pasar dan menjadi model mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang bulan tersebut.
Dominasi produsen asal China di pasar kendaraan listrik domestik semakin dipertegas oleh performa Geely EX2 yang mengamankan peringkat kedua dengan penjualan 1.395 unit. Posisi ketiga ditempati oleh Wuling Eksion yang membukukan penjualan sebanyak 535 unit.
Sebaliknya, sejumlah model mobil listrik keluaran BYD yang sebelumnya menguasai pasar justru terlempar dari posisi lima besar. Varian terlaris mereka, BYD M6, tercatat hanya membukukan penjualan sebanyak 197 unit sehingga harus berada di luar daftar 10 besar teratas.