Perampok Bersenjata Satroni Dua Wisatawan Asal China di Meksiko
Insiden kriminalitas menimpa dua orang wisatawan asal China yang tengah berkunjung ke Kota Meksiko. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah kemeriahan euforia turnamen sepak bola Piala Dunia 2026, dikutip dari Detik Travel.
Kedua turis tersebut menjadi korban penodongan serta perampokan bersenjata. Aksi kejahatan jalanan ini dialami korban sesaat setelah mereka menginjakkan kaki di negara Amerika Utara tersebut.
Menjelang pertandingan pembuka turnamen pada 11 Juni 2026, ribuan penggemar sepak bola memang tampak memadati ibu kota Meksiko. Pada laga perdana tersebut, tim tuan rumah Meksiko bertanding melawan Afrika Selatan.
Timnas Meksiko sendiri berhasil memenangkan duel pembuka tersebut dengan skor akhir 2-0. Namun, atmosfer kegembiraan turnamen tersebut berubah menjadi pengalaman pahit bagi kedua warga negara China.
Dua wisatawan asing bernama Wang Kun dan Li Zhe diketahui tiba di Meksiko tepat satu hari sebelum laga pembuka digelar. Mereka belum sempat mencapai tempat penginapan saat insiden terjadi.
Perjalanan yang mereka tempuh dari Bandara Internasional Benito Juárez menuju ke area pusat kota mendadak berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Kendaraan yang ditumpangi kedua korban dicegat oleh kawanan penjahat.
Dua orang pria bersenjata yang mengenakan topeng dan helm menghentikan laju kendaraan mereka. Para pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah korban untuk merampas harta benda.
"Saya baru saja mengalami perampokan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, dan itu terjadi dengan todongan senjata,"
Kata Wang Kun dalam sebuah rekaman video yang diunggah ke media sosial Facebook, seperti dikutip dari Vietnam Express pada Kamis (18/6). Korban mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut.
Wang Kun juga membeberkan bahwa salah satu pelaku penodongan sempat menempelkan moncong pistol ke bagian kepalanya selama aksi kejahatan itu berlangsung di dalam kendaraan.
Komplotan perampok tersebut berhasil menggasak dan membawa kabur sejumlah barang milik korban. Barang yang hilang meliputi paspor, koper, laptop, uang tunai, hingga jam tangan mewah.
Kisah pilu yang menimpa Wang Kun dan Li Zhe dengan cepat menyebar luas. Kabar tersebut langsung memicu perhatian masif di berbagai platform media sosial di China.
Banyak warganet di China yang segera memberikan simpati mendalam setelah mengetahui kedua turis itu selamat dari situasi yang sangat berbahaya.
"Syukurlah kalian bisa pulang dengan selamat,"
Tulis seorang pengguna aktif media sosial WeChat bernama Xiao Ying.
Tanggapan lain juga muncul dari pengguna jalan berjejaring sosial bernama Kong Qian. Netizen tersebut menyoroti besarnya biaya yang dihabiskan demi menonton Piala Dunia secara langsung.
"Mereka pasti cukup kaya untuk terbang ke luar negeri demi menonton pertandingan sepak bola,"
Tulis Kong Qian melalui komentarnya.
"Sementara orang biasa seperti kami bahkan menghabiskan waktu lama hanya untuk memutuskan apakah layak membayar siaran langsung pertandingan,"
Ujar Kong Qian menambahkan komentarnya di jejaring sosial tersebut.
Kedutaan Besar China di Meksiko segera mengambil tindakan atas insiden ini. Pihak kedutaan memberikan konfirmasi resmi melalui akun WeChat mereka pada tanggal 12 Juni.
Melalui rilis resmi tersebut, Kedutaan Besar China menyatakan telah melayangkan protes keras kepada otoritas berwenang Meksiko. Mereka mendesak agar pelaku segera ditangkap demi hukum.
Pihak kedutaan juga menuntut langkah konkret dari pemerintah setempat untuk memastikan keselamatan warga negara China yang sedang berada di wilayah Meksiko selama turnamen.
Selain itu, Kedutaan Besar China mengeluarkan imbauan resmi bagi warganya yang bepergian ke Meksiko agar selalu meningkatkan kewaspadaan selama di perjalanan.
Para pelancong diminta untuk menghindari membawa uang tunai dalam jumlah besar, perhiasan berharga, maupun barang mewah lainnya saat beraktivitas di tempat umum.
Perkembangan terbaru dilaporkan oleh Kedutaan Besar China pada tanggal 13 Juni. Pihak kedutaan kembali merilis pembaruan informasi mengenai penanganan kasus perampokan bersenjata tersebut.
Kepolisian Meksiko dilaporkan telah berhasil meringkus satu dari dua tersangka yang terlibat aksi penodongan. Aparat keamanan kini terus memburu pelaku lain yang masih buron.