Kenali Perbedaan Asam Urat dan Rematik Agar Tidak Salah Penanganan
Asam urat dan rematik sering kali dianggap sebagai satu penyakit yang sama karena keduanya memicu rasa nyeri, pembengkakan, hingga kekakuan di area persendian. Namun, kedua kondisi medis ini sebenarnya memiliki perbedaan mendasar.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, perbedaan tersebut mencakup faktor penyebab, pola kemunculan gejala, hingga metode penanganannya. Memahami perbedaan ini sangat penting agar pengobatan yang dijalani sesuai dengan penyebab utama penyakit.
Secara medis, rematik atau rheumatoid arthritis (RA) dikategorikan sebagai penyakit autoimun. Di sisi lain, asam urat atau gout terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat pada area persendian.
Rematik muncul ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sehat yang melapisi sendi manusia. Serangan imun ini menimbulkan peradangan kronis yang memicu rasa nyeri, bengkak, bahkan berisiko menyebabkan kerusakan hingga deformitas sendi.
Sebagai penyakit autoimun, rematik tidak hanya berdampak pada sendi tetapi juga dapat memengaruhi organ tubuh lain. Beberapa organ yang bisa terdampak meliputi kulit, mata, paru-paru, hingga organ jantung.
Sementara itu, penyakit asam urat dipicu oleh tingginya kadar asam urat di dalam aliran darah. Zat asam urat ini terbentuk ketika tubuh memecah purin, yang banyak ditemukan pada makanan seperti jeroan, daging merah, dan makanan laut.
Jika kadar zat tersebut terlalu tinggi dan ginjal gagal membuangnya secara optimal, kristal tajam menyerupai jarum akan terbentuk. Kristal inilah yang menumpuk di sendi dan memicu rasa nyeri sekaligus peradangan.
Karakteristik Gejala Rematik
Penyakit rematik biasanya berkembang secara bertahap dan umumnya dimulai dari persendian berukuran kecil, khususnya pada bagian tangan serta kaki. Terdapat beberapa gejala umum yang sering muncul pada penderita.
Gejala tersebut meliputi nyeri dan bengkak pada sendi kecil, serta sendi yang terasa hangat ketika disentuh. Selain itu, penderita sering merasakan kekakuan sendi terutama di pagi hari setelah bangun tidur.
Keluhan rematik biasanya terjadi secara simetris atau menimpa kedua sisi tubuh penderita. Rasa nyeri ini dapat menyebar ke area pergelangan tangan, sikut, bahu, lutut, pergelangan kaki, hingga bagian pinggul.
Pada beberapa kasus, gejala rematik juga disertai dengan rasa lelah, penurunan nafsu makan, atau demam ringan. Kekakuan sendi akibat rematik biasanya berangsur membaik setelah tubuh mulai digunakan untuk beraktivitas.
Karakteristik Gejala Asam Urat
Berbeda dengan rematik, serangan asam urat biasanya datang secara mendadak dalam bentuk serangan akut. Gejala yang dirasakan penderita meliputi nyeri hebat yang muncul tiba-tiba disertai sensasi terbakar pada sendi.
Serangan asam urat umumnya hanya berpusat pada satu persendian dalam satu waktu, dan paling sering menyerang area jempol kaki. Meski demikian, sendi lain seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, sikut, juga bisa terserang.
Saat serangan terjadi, persendian akan tampak memerah, membengkak, dan terasa panas ketika disentuh. Munculnya serangan ini terkadang diikuti dengan demam, sering terjadi di malam hari, dan berlangsung beberapa hari hingga minggu.
| Aspek | Asam Urat | Rematik |
|---|---|---|
| Penumpukan kristal asam urat | Penyakit autoimun | Mendadak |
| Bertahap | Biasanya satu sendi | Banyak sendi |
| Jempol kaki | Tangan dan kaki | Sangat tajam dan akut |
| Nyeri kronis dan progresif | Tidak umum | Dapat memengaruhi organ lain |
Metode Pengobatan dan Manajemen Gaya Hidup
Kedua kondisi ini tidak dapat disembuhkan secara total, namun gejalanya dapat dikendalikan lewat pengobatan medis yang tepat. Dokter biasanya meresepkan pereda nyeri seperti ibuprofen dan naproxen untuk meredakan keluhan.
Selain itu, penggunaan kortikosteroid sering diterapkan guna menekan peradangan. Untuk penanganan spesifik, penderita asam urat diberikan obat penurun kadar asam urat, sedangkan penderita rematik mengonsumsi obat penekan sistem imun.
Bagi penderita asam urat, perubahan gaya hidup memegang peran vital demi mencegah kekambuhan. Langkah yang dianjurkan meliputi pembatasan alkohol dan pengurangan makanan tinggi purin seperti daging merah serta jeroan.
Penderita juga disarankan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan memperbanyak minum air putih. Langkah-langkah mandiri ini sangat efektif membantu menjaga kadar asam urat dalam tubuh tetap stabil.
Risiko Mengalami Kedua Penyakit Bersamaan
Seseorang dapat mengalami penyakit asam urat dan rematik secara bersamaan pada waktu yang sama. Kondisi ganda ini awalnya dianggap jarang terjadi, namun kini terbukti bisa dialami oleh pasien.
Karena gejala klinis kedua penyakit ini dapat saling menyerupai, diperlukan diagnosis yang akurat oleh dokter. Proses penegakan diagnosis biasanya melibatkan tes darah khusus hingga analisis cairan sendi pasien.
Pemeriksaan medis menjadi langkah krusial jika seseorang mengalami nyeri sendi berulang, bengkak, atau kekakuan yang tidak kunjung reda. Evaluasi dari dokter diperlukan untuk memastikan penyebab utama dan menentukan langkah terapi yang sesuai.