Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda dengan NU Tetapkan Puasa Tasua Asyura
Umat Islam di Indonesia menghadapi perbedaan jadwal pelaksanaan puasa sunnah Tasua dan Asyura 1448 Hijriah karena adanya perbedaan penetapan tanggal 1 Muharram antara Pemerintah-Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Dilansir dari detikNews, Kementerian Agama memutuskan 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026 berdasarkan kriteria imkanur rukyat Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS), yang juga sejalan dengan keputusan Muhammadiyah.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memiliki kriteria tersendiri dan mengumumkan tahun baru Islam tersebut jatuh pada 17 Juni 2026 melalui Surat Penjelasan Rukyat Muharram 1448 H nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026.
Perbedaan awal bulan ini menyebabkan selisih satu hari dalam pelaksanaan ibadah puasa sunnah bagi masing-masing pihak yang mengikutinya.
| Otoritas/Organisasi Islam | Jadwal Puasa Tasua | Jadwal Puasa Asyura |
|---|---|---|
| Pemerintah | Rabu, 24 Juni 2026 | Kamis, 25 Juni 2026 |
| Muhammadiyah | Rabu, 24 Juni 2026 | Kamis, 25 Juni 2026 |
| NU | Kamis, 25 Juni 2026 | Jumat, 26 Juni 2026 |
Mengenai pelaksanaannya, umat Islam dapat membaca doa niat puasa Tasua pada malam hari sebelum menjalankan ibadah pada tanggal 9 Muharram.
"Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah SWT." kata lafal arti niat tersebut.
Sementara itu, lafal niat untuk puasa sunnah Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram juga memiliki ketentuan tersendiri.
"Aku berniat puasa 'Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala." ujar teks arti niat puasa Asyura.
Ibadah ini memiliki sejumlah keutamaan besar, salah satunya adalah penghapusan dosa-dosa yang telah lalu bagi yang menunaikannya.
"Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim.
Selain menghapus dosa, puasa Asyura merupakan momen ibadah yang sangat diperhatikan dan dikejar oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.
"Aku tidak pernah melihat Nabi SAW benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura dan bulan ini yakni Ramadan." kata Ibnu Abbas RA seperti diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Rasulullah SAW juga telah berencana menyandingkan puasa tersebut dengan puasa Tasua pada tahun berikutnya, meskipun beliau wafat sebelum melaksanakannya.
"Jika demikian, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah." sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim.
Keutamaan lain dari puasa di bulan Muharram ini menjadikannya sebagai salah satu ibadah puasa yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadan.
"Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah yakni Muharram. Sebaik-baiknya salat setelah yang wajib adalah salat malam," sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim.
Bulan Muharram juga dihormati karena menjadi waktu terjadinya peristiwa bersejarah terselamatkannya para nabi terdahulu dari musuh mereka.