Umat Islam Peringati Tahun Baru Hijriyah Lewat Momentum Perubahan
Umat Islam memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah pada Jumat, 19 Juni 2026, melalui khutbah Jumat di berbagai daerah yang menekankan pentingnya introspeksi diri, peningkatan ibadah, serta larangan perjudian di tengah perhelatan Piala Dunia 2026.
Lembaga Dakwah PWNU Jawa Tengah menerbitkan naskah khutbah yang mengajak jemaah menjadikan bulan Muharram sebagai titik awal pembaruan diri secara lahir dan batin melalui syukur, muhasabah, dan meneladani peristiwa hijrah Rasulullah SAW.
Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang KH A Muzaini Aziz Lc MA menyusun teks khutbah yang mengingatkan keutamaan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam syariat Islam yang memiliki pelipatgandaan pahala dan dosa.
Teks khutbah Jumat dari Tirto ID secara khusus menyoroti maraknya judi bola konvensional maupun online yang mengiringi tingginya jumlah penggemar sepak bola di Indonesia, yang menempati peringkat ketiga terbanyak di dunia berdasarkan data Country Cassette awal tahun 2026.
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr Ir HAR Sutan Adil Hendra MM turut menyampaikan pesan tertulis yang mengajak masyarakat memaknai momentum ini untuk memperkuat nilai-nilai keislaman.
Berikut adalah kutipan suci dan pernyataan resmi yang disampaikan para ulama dan tokoh dalam momentum pergantian tahun baru Islam tersebut.
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." cetus Allah SWT dalam QS Ali Imran ayat 102 yang dimuat dalam naskah khutbah KH A Muzaini Aziz Lc MA.
Dalam naskah tersebut, KH A Muzaini Aziz Lc MA menjelaskan isi Surah At-Taubah ayat 36 mengenai ketetapan jumlah bulan.
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." sabda Allah SWT.
Rasulullah SAW mempertegas ketetapan tersebut melalui hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengenai perputaran zaman.
"Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan: Tiga bulan berturut-turut; Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram, lalu Rajab Mudhar yang terdapat di antara bulan Jumada (At-Tsaniyah) dan Sya’ban" sabda Rasulullah SAW.
Lebih lanjut, larangan menodai kehormatan bulan mulia ini kembali ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Maidah ayat 2.
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melanggar syi'ar-syi'ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram …" firman Allah SWT.
Mengenai keutamaan ibadah di bulan Muharram, naskah tersebut mencantumkan hadis riwayat Muslim tentang keutamaan puasa.
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam" sabda Rasulullah SAW.
KH A Muzaini Aziz Lc MA juga menyertakan hadis riwayat Bukhari mengenai asal-usul puasa Asyura ketika Nabi SAW tiba di Madinah.
"Ini adalah hari yang agung, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan tentara Fir’aun. Maka Musa berpuasa sebagai bentuk syukur kepada Allah." kata orang-orang Yahudi.
Nabi SAW kemudian memberikan ketetapan kepada para sahabat untuk ikut berpuasa.
"Aku lebih berhak (mengikuti) Musa daripada kalian. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (para sahabat) untuk berpuasa" sabda Rasulullah SAW.
Keutamaan mengenai penghapusan dosa setahun yang lalu diterangkan dalam hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.
"Puasa pada hari Asyura aku berharap Allah akan mengampuni (dosa-dosa) setahun yang telah lalu" sabda Rasulullah SAW.
Umat Islam juga dianjurkan menyelisihi tradisi Yahudi dengan berpuasa pada tanggal 9 atau 11 Muharram sesuai hadis riwayat Ahmad.
"Puasalas kalian pada hari Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi (yaitu dengan) berpuasalah kalian satu hari sebelumnya (9 Muharram) dan satu hari" sabda Rasulullah SAW.
Di sisi lain, naskah khutbah dari Tirto ID mengingatkan jemaah mengenai larangan perjudian berdasarkan Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 219.
"Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan.
Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir." firman Allah SWT.
Naskah khutbah yang dirilis Liputan6.com turut memuat dasar kewajiban evaluasi diri dari Surah Al-Hasyr: 18.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)” firman Allah SWT.
Konsep perubahan perilaku secara individu juga ditekankan melalui kutipan Surah Ar-Ra’d: 11.
"Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." firman Allah SWT.
Prinsip konsistensi beragama secara menyeluruh diserukan melalui kutipan ayat Surah Al-Baqarah: 208.
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu." firman Allah SWT.
Kiai Muhaimin S.Sos selaku Sekretaris LD PCNU Kabupaten Kendal dalam naskah khutbah PWNU Jateng menjabarkan siklus kehidupan manusia berdasarkan Surah Yasin: 68.
“Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya, Kami mengembalikannya dalam penciptaan. Maka tidakkah mereka berpikir?” firman Allah SWT.
Ia juga melampirkan Surah An-Nahl: 30 mengenai ganjaran bagi orang-orang yang bertakwa.
“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.” firman Allah SWT.
Pencapaian umat terbaik dijabarkan Kiai Muhaimin lewat ayat Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 110.
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar.” firman Allah SWT.
Sementara itu, HAR Sutan Adil Hendra menyampaikan pandangannya mengenai esensi transformasi karakter pada momentum hijrah.
“Semangat hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi bagaimana kita mampu melakukan perubahan sikap dan karakter. Kejujuran, kerja keras, amanah, serta kepedulian sosial harus terus kita perkuat dalam kehidupan bermasyarakat,” kata HAR Sutan Adil Hendra, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi.
Ia menutup pernyataannya dengan memberikan ucapan selamat serta harapan bagi seluruh masyarakat Jambi.
"Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah. Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian, kesehatan, dan semangat baru bagi kita semua untuk terus berbuat kebaikan bagi agama, masyarakat, daerah, dan bangsa," tutur HAR Sutan Adil Hendra.