Pertamina Menaikkan Harga Pertamax Menjadi Rp16.250 Per Liter

Share

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu (10/6/2026). Penyesuaian ini dilansir dari Bloomberg Technoz baru mencapai sekitar 50 persen dari selisih harga keekonomian pasar pascakenaikan harga minyak global.

Kebijakan penyesuaian harga bensin RON 92 tersebut diambil setelah korporasi melakukan koordinasi dengan pemerintah serta mengevaluasi parameter parameter ekonomi global. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar dipastikan tidak mengalami perubahan tarif.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penetapan harga baru ini tetap mengacu pada formula resmi pemerintah. Ia menambahkan bahwa harga Pertamax fluktuatif mengikuti perkembangan pasar minyak internasional.

"BBM nonsubsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi", ujar Roberth melalui keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

Menurut penjelasan Roberth, pemerintah sebelumnya sempat menahan harga jual Pertamax saat konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia. Pertamina mengklaim tarif baru ini masih kompetitif dibandingkan harga BBM RON 92 di kawasan Asia Tenggara.

"Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," kata Roberth.

Evaluasi terhadap seluruh produk BBM nonsubsidi dilakukan secara rutin oleh manajemen setiap bulan. Langkah pemantauan berkala ini dipastikan tetap menyelaraskan arah kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Sebelum penyesuaian pada Juni ini, Pertamina telah menahan harga jual Pertamax di angka Rp12.300 per liter sejak 1 April 2026. Roberth mengonfirmasi bahwa nilai keekonomian riil dari bensin RON 92 tersebut sebenarnya telah menembus kisaran Rp17.000-an per liter.

"Ya, kurang lebih begitu kalau range hargannya [Pertamax di sekitar Rp17.000-an/liter]," kata Roberth ketika dihubungi, Selasa (12/5/2026).

Selisih dana antara harga jual eceran dan harga keekonomian tersebut untuk sementara akan ditanggung oleh internal perseroan. Pemerintah nantinya bakal menyalurkan dana kompensasi energi kepada Pertamina setelah proses pembahasan selesai dilakukan.

"Untuk selisih, karena harga ditahan setiap bulan, diberikan kompensasi dari pemerintah untuk selisihnya setelah pembahasan." kata Roberth.

Kondisi pasar ini turut mendapat perhatian dari pengamat ekonomi nasional yang menghitung estimasi nilai wajar BBM nonsubsidi. Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai harga jual baru Pertamax saat ini masih berada di bawah angka keekonomian ideal.

"Dengan harga jual baru Rp16.250, Pertamax masih dijual di bawah harga keekonomian sekitar Rp250/liter," ujar Josua saat dihubungi, Rabu (17/6/2026).

Josua memaparkan bahwa tingginya harga keekonomian dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang melewati asumsi APBN di level US$70 per barel. Faktor penekan tersebut semakin diperparah oleh kondisi depresiasi nilai tukar rupiah yang melemah cukup dalam.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author