Perundingan AS-Iran di Swiss Bahas Penghapusan Sanksi Minyak
Delegasi Iran dan Amerika Serikat memulai dialog damai selama 60 hari di sebuah resor tepi danau di Swiss pada Minggu, 21 Juni 2026, guna membahas normalisasi hubungan dan penghapusan sanksi ekonomi, termasuk sektor minyak dan energi. Fokus pembicaraan ekonomi ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama Perusahaan Minyak Nasional Iran, Hamid Bovard, yang menghadiri langsung negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar tersebut. "In recent days, nearly half of the country’s monthly oil exports have been shipped abroad," kata Hamid Bovard, Direktur Utama Perusahaan Minyak Nasional Iran.
Pihaknya menegaskan komitmen Teheran untuk mengembalikan kapasitas penuh perdagangan energi jika kesepakatan resmi berhasil dicapai kedua belah pihak.
"With the full implementation of the memorandum, exports will continue at full capacity." ujar Hamid Bovard, Direktur Utama Perusahaan Minyak Nasional Iran. Di sisi lain, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance berupaya meredakan situasi konflik di Lebanon yang sempat menunda dimulainya pertemuan diplomatik ini.
"We’ve seen great progress over the last couple of days in ensuring that the cease-fire holds in Lebanon," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat. Vance mengakui dinamika di lapangan masih sangat fluktuatif selama proses transisi gencatan senjata abadi dijalankan.
"These things are always a little bit messy." kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat. Ia juga menambahkan bahwa pemerintahan Washington berupaya memperbaiki jalur diplomasi bilateral dengan Teheran. "turn over a new leaf" kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Namun, upaya diplomasi tersebut dibayangi oleh pernyataan keras Presiden AS Donald Trump dalam wawancara terpisah dengan Fox News.
"whatever I want" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Trump juga melayangkan peringatan langsung kepada Presiden Iran terkait retorika politik domestik mereka. "better watch his mouth" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ancaman verbal tersebut langsung mendapat respons balik dari Pemimpin Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melalui media sosial miliknya.
"No matter how much they talk, it is we who act," tulis Mohammad Bagher Ghalibaf, Pemimpin Negosiator Iran. Di sisi lain, isu nuklir tetap menjadi pembicaraan krusial mengingat sikap tegas Teheran mengenai hak pengayaan uranium mereka.
"never back down" kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukannya akan tetap berada di Lebanon selatan tanpa terikat hasil kesepakatan awal AS-Iran.
"for as long as it takes" kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel. Netanyahu juga mengomentari perbedaan pandangan antara negaranya dengan kebijakan luar negeri yang diambil oleh Donald Trump. "We’re leaders of independent and proud countries," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Ia menganggap perbedaan pendapat antarnegara sekutu merupakan hal yang wajar dalam dunia diplomasi.
"Often we see eye to eye; sometimes we don’t." kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel. Lebih lanjut, ia menekankan fokus militer Tel Aviv dalam menjaga keamanan perbatasan utara mereka dari ancaman kelompok bersenjata. "as long as we need to protect our people." kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Netanyahu turut mempertahankan efektivitas operasi militer Israel yang sempat dikritik oleh beberapa pihak luar.
"No country would do it better," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel. Militer Israel mengumumkan pembatasan aktivitas warga di wilayah utara dekat perbatasan Lebanon akan dicabut sepenuhnya pada Senin pagi.