Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh dan Tewaskan Delapan Orang

Share

Sebuah pesawat pembom B-52 Stratofortress milik Amerika Serikat (AS) jatuh tak lama setelah lepas landas di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, timur laut Los Angeles, pada Senin (15/6) waktu setempat, hingga menewaskan delapan orang di dalamnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Insiden maut yang terjadi sekitar pukul 11.20 waktu setempat tersebut menyisakan bekas hangus besar di landasan pacu berpasir akibat pesawat yang hancur. Awak pesawat yang menjadi korban tersebut merupakan gabungan dari pejabat militer, warga sipil pemerintah, serta kontraktor pemerintah.

Pihak pangkalan udara langsung menggelar konferensi pers untuk memberikan keterangan resmi terkait kondisi para korban di lokasi kejadian.

"Ini tragis dan tidak mungkin selamat," kata Kolonel James Hayes dari pangkalan udara tersebut.

Sementara itu, produsen pesawat tersebut mengonfirmasi bahwa ada dua orang karyawannya yang turut menjadi korban dalam penerbangan uji coba modernisasi radar tersebut.

"Kami telah menghubungi keluarga mereka dan menawarkan dukungan," kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

Pasca-kecelakaan, operasi di pangkalan udara sempat dihentikan hingga Selasa (16/6) sebelum akhirnya dibuka kembali. Investigasi komprehensif mengenai penyebab jatuhnya pesawat telah dimulai oleh militer AS, meskipun detail penyelidikan baru akan tersedia untuk publik sekitar enam bulan ke depan.

Pesawat B-52 sendiri telah menjadi pilar utama armada pembom AS selama lebih dari 60 tahun dengan kemampuan membawa berbagai amunisi konvensional hingga bom nuklir. Saat ini hanya model B-52H yang masih dioperasikan oleh beberapa Sayap Bom Angkatan Udara AS dengan rencana masa pakai hingga tahun 2050.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author