PLN Beberkan Penyebab Gangguan Transmisi Listrik Massal di Sumatra
PT PLN (Persero) membeberkan rincian kronologi pemadaman listrik total atau blackout yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Sumatra pada Jumat sampai Ahad, 22-24 Mei 2026. Dilansir dari Bloomberg Technoz, perusahaan pelat merah tersebut mengonfirmasi bahwa kerusakan awal bersumber dari rontoknya kabel transmisi Menara Sutet yang berlokasi di Desa Tempino, Muara Jambi, Provinsi Jambi.
"Dalam beberapa waktu terakhir ini, wilayah di Sumatera Selatan, Jambi, dan tentunya tadi di daerah Tampino, di daerah Muara Jambi masuk juga dalam daftar waspada BMKG karena terjadinya kelembapan udara yang tinggi yang kemudian sering terjadi hujan lebat, petir dan angin kencang di daerah tersebut," kata Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha dikutip, Senin (25/06/2026).
Penyaluran arus listrik di Pulau Sumatra secara umum mengandalkan dua rute utama dari arah Selatan ke Utara, yaitu Jalur Timur berkapasitas 500 kV serta Jalur Barat berkekuatan 275 kV. Berdasarkan data operasional yang masuk, gangguan transmisi pertama kali terdeteksi pada Jalur Barat yang mengarah ke Sumsel V pada pukul 18.44 WIB.
Imbas interkoneksi sistem membuat pasokan menuju Jalur Timur yang bergantung pada rute tersebut ikut terputus total. Akibatnya, pasokan listrik di sepanjang koridor Jalur Timur langsung lumpuh seketika.
"Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," kata Edwin.
Kondisi pemutusan arus tersebut kemudian memicu daya listrik berbalik arah menuju Selatan dan membebani Jalur Barat. Perpindahan beban secara mendadak ini memunculkan fenomena osilasi tegangan tinggi atau power swing di dalam sistem kelistrikan.
Sistem pengaman pada Jalur Barat otomatis melakukan isolasi mandiri guna mencegah kerusakan fasilitas transmisi yang lebih masif akibat fenomena tersebut. Langkah proteksi otomatis ini melumpuhkan seluruh aliran listrik, baik di Jalur Barat maupun Jalur Timur secara menyeluruh.
Ketika pasokan listrik menuju wilayah Utara tersumbat total, deretan pembangkit listrik di area Selatan mengaktifkan sistem pertahanan mandiri guna menghindari kerusakan fatal. Mekanisme darurat ini berhasil menyelamatkan seluruh Provinsi Lampung dan sebagian Kota Palembang dari pemadaman total.
"Akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut dan Aceh mengalami pemadaman," ujar Edwin.