PLN Pulihkan Satu PLTU di Pulau Jawa demi Atasi Pemadaman
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berhasil memulihkan kembali satu dari dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa yang sempat mengalami gangguan teknis guna meminimalisasi pemadaman listrik bergilir sejak Minggu (21/6/2026) pukul 18.00 WIB, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Pembangkit yang berhasil beroperasi normal kembali tersebut merupakan fasilitas milik produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP). Langkah pemulihan ini langsung terintegrasi untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Pulau Jawa.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa pemadaman bergilir yang melanda sebagian wilayah Jawa pada pekan lalu kini mulai berkurang seiring masuknya pasokan dari pembangkit tersebut.
"Malam ini kami menyampaikan kabar yang baik, salah satu pembangkit berhasil dipulihkan. Tadi 18.00 sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Pihak manajemen PLN menegaskan komitmennya untuk terus memantau proses perbaikan jaringan listrik dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Untuk itu pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu, hari ini sudah berhasil diminimalisir. Kami terus memonitor upaya perbaikan sistem kelistrikan Pulau Jawa," klaim Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Darmawan juga menyampaikan penyesalan atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pelanggan akibat gangguan operasional pada pembangkit listrik tersebut.
"Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir minggu lalu," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Sebelumnya, tim teknis dari PLN telah dikerahkan bersama mitra kerja untuk mempercepat penanganan kerusakan pada dua PLTU utama yang dikelola pihak swasta.
"Ada dua pembangkit IPP yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Manajemen mengambil langkah cepat dengan menerjunkan personel khusus agar durasi pemadaman tidak berlangsung lebih lama.
"Untuk itu kami mengerahkan tim PLN dan tim mitra kami agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.
Selain perbaikan teknis, PLN mempercepat penambahan stok batu bara di sejumlah PLTU besar untuk menutup defisit listrik, meliputi PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9, Jawa 10, Indramayu, Paiton 1, Paiton 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-Awar.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya kekurangan pasokan batubara PLN sebesar 20 juta ton dari total proyeksi kebutuhan tahunan yang mencapai 154 juta ton.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan pemenuhan sisa pasokan batubara yang belum terikat kontrak tersebut.
"Jadi kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu adalah 154 juta yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 134 juta. Itu kekurangan 20 [juta ton] itu lagi diusahakan," kata Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.
Kementerian ESDM memastikan pengawasan ketat terhadap rantai pasok energi primer demi menjamin ketersediaan listrik nasional.
"Sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN dan itu dipenuhi," kata Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.
Merespons situasi kelistrikan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi untuk pembangkit tetap aman sehingga pemadaman susulan dapat dihindari.
"Insyaallah enggak [pemadaman] ya," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.