Pohon Durian di Perumahan Serangoon Singapura Berbuah Banyak tapi Rasanya Hambar
Kawasan permukiman Lorong Lew Lian di Serangoon, Singapura, tengah menjadi pusat perhatian akibat fenomena musiman yang unik. Sebanyak 13 pohon durian dewasa yang tumbuh di area perumahan tersebut dilaporkan sedang memasuki masa berbuah lebat.
Seperti dikutip dari Detik Food melalui Mothership pada 18 Juni 2026, pohon-pohon yang ditanam sejak tahun 1995 ini memiliki ketinggian mencapai empat hingga lima lantai. Fenomena langka ini menarik perhatian warga setempat hingga pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang untuk melihat langsung buah yang menggantung.
Dalam dua pekan terakhir, tercatat sekitar 30 buah durian telah jatuh dari pohonnya. Kendati pemandangan tersebut sangat menggoda, kualitas dan cita rasa buah dari pohon perumahan ini ternyata tidak sesuai dengan harapan para warga.
Seorang wanita yang telah menetap selama 12 tahun di kawasan tersebut menceritakan pengalamannya mencicipi buah tersebut pada tahun 2017 karena didorong rasa penasaran yang tinggi.
"Saya pernah mengambil satu buah durian di sini dan membawanya pulang untuk dicoba. Tapi rasanya benar-benar tidak enak. Rasanya seperti kentang, tidak manis sama sekali dan teksturnya sangat kering," ujarnya.
Meskipun memiliki rasa yang kurang memuaskan, beberapa warga mencatat bahwa jumlah buah yang muncul pada tahun ini jauh lebih melimpah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran buah-buah ini menciptakan daya tarik visual tersendiri di tengah kota.
Seorang warga setempat yang berusia 50-an tahun mengungkapkan bahwa banyak lansia sengaja berkumpul pada pagi hari atau malam hari. Mereka dengan sabar menunggu momen jatuhnya buah durian dari pohon.
Namun, ia juga memberikan catatan penting mengenai perilaku beberapa orang yang tidak sabar dalam menikmati buah khas tropis tersebut.
"Beberapa orang memotong durian yang berada di ranting pohon untuk dimakan. Padahal buah itu belum matang sempurna sehingga rasa dan teksturnya tidak ideal," jelasnya.
Di sisi lain, keberadaan pohon-pohon durian ini mendatangkan nostalgia yang mendalam bagi sebagian penduduk setempat. Seorang warga yang telah tinggal selama 25 tahun di sana mengaku sangat gembira setiap kali melihat cabang pohon dipenuhi buah.
"Setiap melihat pohon penuh durian, saya merasa seperti kembali ke masa kecil saat bermain di bawah pohon durian di kampung," katanya.
Berdasarkan keterangan dari dewan kota setempat, nama Lorong Lew Lian sebenarnya diambil dari bahasa Hokkien yang memiliki arti durian. Wilayah pemukiman ini dulunya merupakan lahan perkebunan durian yang sudah eksis sejak lebih dari 70 tahun silam.
Hingga saat ini, pemerintah daerah dan warga sepakat untuk tetap mempertahankan belasan pohon durian tersebut. Pohon-pohon ini dinilai memberikan pemandangan khas yang melekat pada identitas lokal, walaupun buahnya tidak semanis durian budidaya di pasar.