Polda Jateng Selidiki Penyebab Kematian Satu Keluarga di Temanggung
Kepolisian Daerah Jawa Tengah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam tenda kamping di kawasan wisata Kledung, Kabupaten Temanggung.
Penyelidikan mendalam hingga kini terus berjalan guna memastikan pemicu utama tragedi yang menimpa empat orang anggota keluarga tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pihak berwenang sejauh ini belum dapat memberikan kesimpulan final terkait peristiwa mematikan di area wisata itu sebelum seluruh bukti ilmiah terpenuhi.
"Masih menunggu hasil VER (visum et refertum) mayat dan pemeriksaan olah TKP oleh Bid Labfor Polda Jateng," kata Artanto melalui pesan singkat dilansir detikJateng, Jumat (29/5/2026).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, memperkirakan proses analisis medis dan forensik ini memerlukan waktu sekitar satu minggu atau bahkan lebih.
"Bisa semingguan atau lebih," kata Artanto.
Durasi pengerjaan tersebut dinilai wajar karena tim ahli dari Bidang Laboratorium Forensik harus melakukan pengecekan mendalam terhadap sampel organ dalam para korban.
"Karena pemeriksaan sampel organ tubuh dan toksikologi forensik butuh waktu dan harus cermat," lanjutnya.
Sebelumnya, empat orang yang terdiri dari pasangan suami istri Muhammad Ali Munawar (52) dan Maghfirah (43), serta kedua anak mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16), ditemukan tidak bernyawa pada Rabu (27/5).
Jasad satu keluarga tersebut didapati petugas di dalam tenda yang mereka sewa di kawasan wisata Posong, Kledung, Temanggung.
Dugaan awal dari pihak kepolisian mengarah pada indikasi keracunan gas atau asap yang bersumber dari perlengkapan barbeque yang dibawa mandiri oleh keluarga tersebut, sehingga sampel makanan kini turut diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Jateng.