Polda Riau Kirim Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Pelalawan

Share

Polda Riau mengerahkan tim kesehatan dan trauma healing ke Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (22/8/2026), guna mengantisipasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dilansir dari Detikcom.

Sebanyak 13 personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau dikirim untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat terdampak serta petugas gabungan yang telah sepekan memadamkan api. Layanan difokuskan di Kantor Desa Banjar Panjang dan menyisir rumah warga secara langsung.

"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak asap. Tim juga mendatangi langsung beberapa warga untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan," kata Kabiddokkes Polda Riau, AKBP dr Parluhutan Sitindaon.

Pemeriksaan medis ini turut menyasar personel Polri, TNI, Manggala Agni, dan petugas perusahaan. Selain pemeriksaan, tim medis membagikan masker, vitamin, dan obat-obatan.

"Paparan asap dalam waktu lama tentu perlu menjadi perhatian. Karena itu, fokus kami bukan hanya masyarakat, tetapi juga personel yang setiap hari berada di lapangan melakukan pemadaman," kata AKBP dr Parluhutan Sitindaon.

Biddokkes Polda Riau juga meninjau kesiapan Puskesmas Kerumutan. Fasilitas kesehatan tersebut telah menyiapkan ruang rawat inap sementara dengan empat tempat tidur, dua tabung oksigen besar, lima tabung oksigen kecil, 60 kotak masker N95, serta pasokan obat ISPA.

"Kami memastikan fasilitas kesehatan terdekat memiliki kesiapan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan masyarakat yang membutuhkan penanganan. Ketersediaan ruang perawatan, oksigen, masker hingga obat-obatan sudah kami cek langsung," kata AKBP dr Parluhutan Sitindaon.

Selain penanganan fisik, Polda Riau menurunkan 10 personel Bagian Psikologi Biro SDM yang dipimpin AKBP Winarko untuk memberikan pendampingan psikologis kepada warga dan petugas.

"Kami hadir karena karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi ada juga anak-anak yang kehilangan ruang bermain, orangtua yang cemas karena penghasilan terganggu akibat kebun yang terbakar dan tak bisa diolah, termasuk petugas di lapangan yang juga mengalami kelelahan fisik maupun psikis," kata Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau, AKBP Winarko.

Pendampingan dilakukan melalui penguatan psikis dan teknik relaksasi untuk membantu warga mengelola kecemasan akibat bencana.

"Kami sampaikan kepada masyarakat yang terdampak bahwa rasa takut, cemas atau marah itu wajar dalam situasi bencana. Yang penting warga memiliki cara untuk mengelolanya dan tidak memendam sendiri," kata AKBP Winarko.

Tim trauma healing dijadwalkan bergerak ke desa-desa lain di Kabupaten Pelalawan yang masih terdampak asap.

"Pulih dari bencana itu butuh waktu. Tugas kami memastikan bahwa selama proses itu tidak ada yang merasa sendirian," kata AKBP Winarko.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author