Polisi Pastikan Empat Orang Tewas Keracunan Karbon Monoksida di Posong
Empat orang yang sedang berkemah di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah, dipastikan meninggal dunia akibat menghirup gas karbon monoksida (CO) dari tungku arang di dalam tenda tertutup, dilansir dari Detik Health.
Para korban yang tewas tersebut terdiri dari seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama tiga orang anggota keluarganya. Gas CO yang bersifat asfiksian secara agresif menyabotase pasokan oksigen di dalam darah tanpa memicu refleks batuk dari para korban.
Spesialis Paru dari RS Paru Persahabatan, Prof Agus Dwi Susanto, SpP, membeberkan bahwa tingkat keparahan kadar CO di dalam darah berjalan cepat melalui lima fase. Kondisi bermula dari pusing ringan pada kadar 5-10 persen, meningkat menjadi sakit kepala hebat dan mual pada kadar 20-30 persen, hingga menyebabkan disorientasi serta pingsan pada kadar 30-40 persen.
Kadar racun yang mencapai 40-50 persen akan memicu kejang-kejang serta koma dalam, sebelum akhirnya menyentuh fase fatal di atas 60 persen yang menyebabkan henti napas dan jantung.
"Ketika gas CO ini terhirup oleh seseorang, masuk ke saluran napas, dia akan masuk ke pembuluh darah yang ada di paru yang disebut namanya alveoli. Di situ CO akan masuk ke dalam darah, ketika dia ada di dalam darah, dia akan bersaing dengan oksigen yang kita hirup. Kekuatan CO mengikat HB (hemoglobin) itu 300 kali lebih kuat daripada oksigen mengikat HB," jelas Prof Agus.
Dampak mematikan dari gas tidak berwarna dan tidak berbau ini menjadi lebih tinggi karena korban kerap menghirupnya dalam kondisi sedang beristirahat. Penurunan kesadaran akibat kekurangan oksigen tersebut sering kali menyatu dengan rasa kantuk biasa saat tidur.
"Biasanya orang nggak menyadari itu kalau saat dia keracunan CO, karena tadi nggak ada rasanya, nggak ada baunya, nggak berwarna, nggak tahu tuh. Kalau otaknya kekurangan oksigen juga kadang-kadang mulai agak-agak ngantuk gitu kan. Kalau udah 40-50 persen tuh udah pingsan, koma.
Tertidur seterusnya, terus abis itu meninggal. Memang nggak sadar," tutur Prof Agus.