Polisi Selidiki Aksi Mesum Bule Pria dan Dua Wanita di Canggu
Kepolisian Sektor Kuta Utara memburu seorang warga negara asing pria dan dua wanita yang terekam kamera pengawas melakukan tindakan asusila di depan garasi rumah warga Jalan Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Badung, Bali, Kamis (20/8/2026) dini hari.
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 02.33 hingga 02.35 WITA tersebut mendadak viral di media sosial setelah terekam kamera pengawas milik warga setempat. Video menunjukkan pria asing tersebut berada di garasi rumah sebelum salah satu wanita melakukan tindakan seks oral, sementara satu wanita lainnya berjaga di sekitar lokasi.
Aksi tidak senonoh itu terhenti saat wanita yang memantau situasi menyadari keberadaan kamera CCTV tepat di atas mereka. Ketiga pelaku kemudian langsung meninggalkan lokasi dengan berboncengan tiga mengendarai sepeda motor matik ke arah utara Jalan Pantai Batu Bolong.
Penghuni rumah, Julianta, menjelaskan bahwa dirinya mengonfirmasi kejadian tersebut setelah mendengar suara dari luar garasi rumahnya saat hendak tidur.
"Jadi subuh itu, saya baru ingin tidur. Tapi dengar kayak ada orang bisik-bisik di luar tuh, saya cek lah CCTV," tutur Julianta, Kamis siang.
Melihat aksi tersebut dari layar pemantau, Julianta mendatangi ketiga pelaku secara langsung untuk menegur mereka.
"Saya nggak lama keluar, saya menegur untuk setidaknya jangan di sini dan ini tidak baik. Tiga orang itu keluar ke arah jalan, saya ikuti ternyata ke gang sebelah," kata Julianta.
Julianta menegaskan bahwa dirinya sempat mengandaskan pelarian para pelaku hingga ke area jalan raya sebelum mereka kabur mengendarai sepeda motor.
"Saya kejar sampai jalan raya. Ternyata dia ke gang sebelah rumah saya, dia malah senyum, kayak seakan-akan tidak bersalah gitu dia. Dia kayak ya langsung pergi gitu loh, berbonceng tiga itu," ujar Julianta.
Meskipun tidak mengenal identitas para pelaku karena kondisi gelap, pemilik rumah menyebut area depan rumahnya baru kali ini mengalami kejadian asusila sedemikian ekstrem.
"Jarang banget ada orang bisik-bisik di luar jam segitu, walau emang udah kayak kejadian beberapa kali cuman paling ojek istirahat. Cuman yang kejadian aneh itu baru kali ini, dan yang sekarang ini emang terlalu," kata Julianta.
Laporan warga ini langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dari Polres Badung yang datang melacak titik kejadian.
"Personel Polsek Kuta Utara sudah cek ke lokasi. Sekarang masih diselidiki," singkat Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana menyampaikan bahwa jajarannya sudah mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan verifikasi bukti visual.
"Kami sudah datangi lokasi dan mengumpulkan bahan keterangan. Saat ini anggota Unit Reskrim sedang melakukan identifikasi lanjutan untuk mengungkap identitas para pelaku," ujar Sukadana.
Penyelidikan kepolisian di lapangan mendeteksi adanya transaksi keuangan berupa lembaran uang yang dikeluarkan pria asing tersebut sebelum aksi berlangsung.
"Begitu video tersebut terpantau viral di media sosial, kami langsung menerjunkan tim untuk mengecek titik-titik CCTV di sekitar lokasi. Langkah hukum akan kami ambil sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku," kata Sukadana.
Analisis video oleh tim penyidik memastikan interaksi keuangan antara para terduga pelaku di lokasi kejadian.
"Dari rekaman kamera pengawas terlihat jelas ada interaksi transaksi uang sebelum tindakan asusila itu terjadi. Setelah melakukan aksi tersebut, para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian," tutur Sukadana.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengejar seluruh terduga pelaku dan memperketat pengamanan wilayah.
"Kami terus mengumpulkan petunjuk di lapangan agar para terduga pelaku bisa segera diamankan," pungkas Sukadana.
Secara terpisah, jajaran Polsek Kuta Utara juga menegaskan komitmen penanganan kasus ini demi menjaga keamanan masyarakat.
"Polsek Kuta Utara telah menindak lanjuti kejadian tersebut dan saat ini dalam proses penyelidikan, serta berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan patroli di tempat rawan ataupun gangguan kamtibmas lainnya," rilis Polsek Kuta Utara dilansir dari CNBC Indonesia.