Polisi Selidiki Kasus Kecelakaan Kerja Pekerja Tewas Tertimpa Pressa

Share

Kejaksaan Lucca menyelidiki dugaan kelalaian dalam kecelakaan kerja yang menewaskan Giacomo Pucci, seorang buruh berusia 30 tahun, di pabrik Co.Ra Srl, Spianate, Altopascio, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 11.40 waktu setempat.

Korban yang merupakan warga Pescia mengalami kecelakaan fatal setelah tertimpa mesin pressa seberat ratusan kilogram saat menggunakan transpallet untuk memindahkan alat tersebut. Rekan-rekan kerja korban sempat berupaya melakukan resusitasi, namun petugas medis 118 dan Misericordia Altopascio menyatakan korban meninggal di lokasi kejadian.

Aparat kepolisian yudisial dari Departemen Pencegahan Tempat Kerja Asl Toscana Nord Ovest langsung menyegel area kecelakaan, mesin pressa, serta muletto penunjang. Selain menyita dokumen teknis perusahaan farmasi yang mempekerjakan 40 staf tersebut, jaksa menunjuk dokter forensik Stefano Pierotti untuk mengonfirmasi penyebab kematian melalui autopsi.

Kecelakaan ini memicu gelombang protes dari serikat pekerja Fim, Fiom, dan Uilm Lucca yang langsung memberlakukan mogok kerja satu jam di setiap akhir giliran shift. Asosiasi Nasional Korban Kecelakaan Kerja (ANMIL) mencatat insidensi ini berbarengan dengan tiga kematian pekerja lain di Italia akibat kasus serupa, yakni terhimpit beban berat.

"Un ragazzo solare, educato, dolce e gentile" ujar rekan korban dalam laporan Corriere Fiorentino.

Pucci yang berlatar belakang keluarga pengusaha tanaman hias di Macchie di San Piero dikenal memiliki dedikasi tinggi selama lima tahun bekerja di industri katup kimia tersebut. Selain aktif di organisasi kepemudaan Katolik sejak kecil, mendiang menggemari olahraga bowling, seni tari, serta dunia otomotif.

"Un impiego che viveva ogni giorno con entusiasmo e disponibilità" kata rekan kerja lainnya mengenang kebaikan korban.

Pihak keluarga, termasuk kedua orang tua Luisa dan Maurizio serta sang kakak Lorenzo, kini menunggu penyelesaian investigasi menyeluruh atas standarisasi sistem operasional perusahaan terkait jaminan keselamatan kerja.

"Anni e anni insieme a Castellare. Ho avuto la fortuna di averti con me da piccolo, per tanto tempo. Campi a Santa Margherita, Femminamorta, Cecafumo, Montecreto, Poppi e Metello. Incontri a Firenze, Montecatini, ovunque. Un ragazzo meraviglioso. Appena avuta la notizia il mondo mi è crollato addosso. Ciao Giacomino, ti abbiamo voluto un bene dell'anima" kenang sahabat korban melalui media sosial.

Respons dari pimpinan pusat asosiasi juga menuntut tindakan nyata dari pemerintah pusat agar regulasi perlindungan buruh tidak sekadar menjadi bahan retorica politis di tengah tingginya angka fatalitas kerja.

"Di te porterò un ricordo speciale. Alla festa di Croci rimarrai sempre nei nostri cuori: Dove c’è Croci c’è casa, ci dicevi sempre. Sarà questa la forza per andare avanti e in qualche modo sarai sempre con noi" tulis salah seorang teman dekatnya.

Perwakilan serikat buruh menekankan pentingnya audit keselamatan berkala di sektor industri kimia agar insiden fatal serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Inutile definirlo martedì nero quando da anni le morti di lavoro riempiono i calendari dell’intera settimana, festivi compresi” tutur Amedeo Bozzer, Presiden Nasional ANMIL.

Bozzer menambahkan bahwa kegagalan investasi dalam pencegahan risiko kerja berakibat fatal pada hilangnya nyawa para pekerja di berbagai wilayah operasional.

“Da Catania a Lucca, facendo sosta nel Siracusano per arrivare a Reggio Emilia, i risultati del mancato investimento nella prevenzione e sicurezza nei luoghi di lavoro hanno ucciso ieri Francesco Cannone, Giacomo Pucci, Simone Dallai e un operaio di origini ucraine del quale non sono ancora note le generalità. Rispettivamente avevano 31, 30, 47 anni e 35 anni” lanjut Bozzer merinci para korban.

Pihak asosiasi memastikan posko daerah siap memfasilitasi pendampingan hukum dan administratif gratis bagi keluarga yang ditinggalkan akibat insiden tragis ini.

“al dramma inarrestabile ma dimenticato dai contenuti del Decreto Primo Maggio si aggiunge la perseveranza non solo della solita specificità operaia delle vittime ma, per queste quattro morti, anche della medesima modalità legata alle cause: lo schiacciamento” tegas Bozzer.

Lembaga penegak hukum berjanji akan merampungkan berkas pemeriksaan sebelum merilis hasil final autopsi kepada publik dan pihak keluarga.

“Nell’appello ad una repentina e puntuale chiusura delle indagini, nell’auspicio che anche queste quattro morti non vengano archiviate dall’inefficacia di iter giuridici macchinosi e quasi sempre risolti in patteggiamenti ed archiviazioni, le nostre Sedi ANMIL di Lucca, Catania, Siracusa e Reggio Emilia sono sin da subito a disposizione per fornire tutto il supporto necessario a chi resta, ribadendo a gran voce che attorno alle morti di lavoro si compromettono irrimediabilmente anche le vite dei loro familiari superstiti” tambah Bozzer lagi.

Hingga kini, operasional alat berat di lokasi kejadian masih dihentikan sementara demi kepentingan penyelidikan lanjutan oleh tim forensik dan kepolisian.

“Come ANMIL non abbiamo alcuna intenzione di esimerci dalla presa in carico a noi possibile, che si traduce nell’assistenza gratuita per il disbrigo delle pratiche post-infortunio e, non meno importante, nel sostegno e nell’ascolto fornito da lavoratori che hanno subìto sulle proprie pelli la stessa ingiustizia ma allo Stato chiediamo ancora una volta di intervenire fattivamente smentendo il disimpegno nei confronti di un’emergenza sociale che continua a trattare il tema della sicurezza solo come esercizio retorico” pungkas Bozzer.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author