Polisi Tangkap Pasangan Pembuang Bayi di Toilet Kereta Api Sancaka

Share

Aparat kepolisian menangkap pasangan kekasih berinisial HDP (31) dan NIZ (25) akibat membuang bayi hasil hubungan terlarang mereka di dalam toilet Kereta Api (KA) Sancaka. Penangkapan ini dilakukan setelah petugas mengungkap bahwa kedua pelaku sebelumnya sempat berencana untuk menitipkan anak tersebut ke sebuah panti asuhan.

Aksi nekat sejoli ini terungkap setelah penyelidikan mendalam dilakukan oleh pihak kepolisian, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (10/7/2026).

Kasatres PPA PPO Polresta Solo, Kompol Ratna Karlinasari menjelaskan bahwa para pelaku sempat mencari cara lain sebelum memutuskan meninggalkan bayi mereka di transportasi umum.

"Kedua pelaku sempat mendatangi sebuah panti asuhan di Jogja," kata Kompol Ratna Karlinasari.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa ini bermula ketika NIZ melahirkan pada Rabu (1/7). Sehari setelah persalinan, NIZ membawa bayinya untuk menemui HDP di Yogyakarta, lalu keduanya memilih untuk menginap di sebuah hotel.

NIZ kemudian mendatangi panti asuhan dengan harapan bisa menitipkan bayinya, namun rencana tersebut terbentur oleh aturan pembatasan durasi penitipan yang berlaku di lembaga tersebut.

"Dari keterangan tersangka wanita, dia sudah menuju ke panti asuhan, tetapi dari panti asuhan hanya memberikan waktu 3 bulan penitipan," ujarnya.

Batasan waktu tiga bulan dinilai terlalu singkat oleh NIZ karena ia mengaku baru akan mengambil bayinya kembali setelah kondisinya benar-benar siap. NIZ juga masih menunggu HDP meminangnya, meskipun HDP diketahui sudah berstatus memiliki istri dan anak sah.

"Karena rencana dari perempuan itu, dia akan mengambil kembali setelah dia mampu dan menikah dengan laki-laki tersebut," jelasnya.

Lantaran rencana penitipan gagal, sejoli ini menumpang KRL dari Stasiun Lempuyangan menuju Solo pada Sabtu (4/7) demi mencari lokasi pembuangan bayi. Mereka sempat turun di Stasiun Klaten, namun gagal menemukan tempat yang dinilai cocok.

Keduanya akhirnya memutuskan kembali ke Yogyakarta menggunakan KRL. Saat berada di stasiun, mereka melihat KA Sancaka yang sedang berhenti dan langsung memanfaatkannya sebagai lokasi pembuangan.

"Karena tidak bisa menitipkan selama yang dia inginkan (di panti asuhan), kemudian berdua berinisiatif meletakkan bayi di KA atau di tempat umum agar bisa segera ditemukan, dan diambil orang, lalu diasuh orang," jelasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author