Polres Bogor Siapkan Sistem Satu Arah di Jalur Puncak Besok
Antisipasi lonjakan kendaraan menjelang libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dilakukan oleh Kepolisian Resor Bogor dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way di Jalan Raya Puncak, Bogor pada Selasa, 16 Juni 2026.
Langkah antisipasi ini diambil pihak kepolisian karena pergerakan masyarakat menuju kawasan wisata tersebut diprediksi akan menyamai volume kendaraan pada saat libur hari besar keagamaan lainnya, seperti dilansir dari Detikcom.
"Untuk rekayasa besok, kita antisipasinya menggunakan pola yang sama, karena memang besok itu adalah hari libur dalam rangka 1 Muharram, sehingga akan dimungkinkan arus kendaraan yang akan menuju Puncak itu juga seperti pada saat libur hari besar," kata KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Senin (15/6/2026).
Pihak Satlantas Polres Bogor menyiagakan puluhan personel di sepanjang jalur untuk memastikan kelancaran penerapan kebijakan ini. Sebanyak 96 personel polisi lalu lintas akan dikerahkan untuk bersiaga di sepanjang jalur Puncak. Untuk waktu penerapan one way, akan dilaksanakan seperti hari libur biasanya.
"Kemudian, kemudian untuk rekayasa berarti sama pada saat hari libur nasional maupun weekend itu di pagi hari dipersiapkan rekayasa one way ke atas (arah Puncak), nanti untuk siang hari dipersiapkan one way ke bawah (arah Jakarta)," jelasnya.
Aparat kepolisian menjadwalkan penjagaan intensif yang dimulai sejak Senin malam. Hal ini didasarkan pada kecenderungan mobilitas masyarakat yang kerap memadati jalur lalu lintas beberapa jam sebelum hari libur resmi dimulai.
"Apalagi ya menjelang, menjelang hari libur besok malam, malam hari juga volume arus lalu lintasnya juga cukup tinggi," jelasnya.
Penentuan waktu dan berapa lama sistem satu arah ini akan diberlakukan bakal bergantung sepenuhnya pada situasi riil di lapangan. Petugas di lapangan telah menetapkan indikator volume kendaraan tertentu sebagai acuan untuk memulai maupun mengakhiri rekayasa satu arah tersebut.
"Jadi misalkan waktunya dia jam 06.00 WIB sudah tinggi, ya sesuai dengan counting exit Tol Ciawi itu di atas 2.000 kendaraan, maka kita pelaksanaan waktu one way-nya lebih awal. Kalau misalkan siangnya agak jarang, kita one way-nya juga siang. Kita mengikuti bagaimana peningkatan arus kendaraannya saja," pungkasnya.