Polres Jakbar Tangkap Artis Revaldo Terkait Penyalahgunaan Sabu
Aktor Revaldo Fifaldi kembali ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Senin (24/8/2026) malam, seperti dilansir dari Detikcom.
Penangkapan terhadap Revaldo tersebut bermula dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti oleh kepolisian melalui proses penyelidikan di lapangan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan membenarkan adanya tindakan hukum terhadap aktor tersebut.
"Informasi dari masyarakat bahwa saudara RF menggunakan narkoba kemudian dilakukan penyelidikan," kata Wisnu, Selasa (25/8/2026).
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengembangan kasus dan pemeriksaan lebih lanjut setelah menginterogasi Revaldo secara awal.
"Saudara RF menyalahgunakan narkoba. Benar tim dari Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat melakukan penyelidikan. Benar saudara RF berdasarkan informasi interogasi awal benar menggunakan narkotika jenis sabu," ujar Wisnu.
Penangkapan ini menambah panjang rekam jejak hukum Revaldo terkait kasus penyalahgunaan zat terlarang. Ia sebelumnya pernah ditangkap pada 2006 karena kepemilikan sabu dan dijatuhi vonis dua tahun penjara.
Kasus serupa kembali menjeratnya pada 2010 atas kepemilikan 62 gram sabu, serta penangkapan ketiga oleh Polda Metro Jaya pada 2023.
Saat penanganan kasusnya di Polda Metro Jaya pada Januari 2023, Revaldo sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Assalamualaikum. Pertama-tama saya ingin mengucapkan minta maaf kepada keluarga, sahabat, teman-teman, dan semua yang sudah mempercayai saya," kata Revaldo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/1/2023).
Dalam keterangan tersebut, ia mengakui kondisinya sebagai pecandu yang mengalami kekambuhan akibat masalah kesehatan mental.
"Saya relapse, saya kambuh. Saya adalah pencandu yang punya masalah mental," katanya.
Revaldo juga mengapresiasi langkah kepolisian yang memproses hukum dirinya sebagai penanda untuk membenahi diri.
"Terima kasih Polda Metro Jaya sama Direktorat Narkoba yang sudah menegur saya kembali. Lebih baik ditegur bapak-bapak ini daripada ditegur Yang Maha Kuasa," katanya.
Ia menyampaikan harapannya untuk menjalani pembinaan agar bisa pulih sepenuhnya dari ketergantungan narkoba.
"Terima kasih juga karena saya akan dibimbing dan dibina sebaik mungkin. Yang terbaik buat saya, saya dibimbing yang terbaik buat saya oleh bapak-bapak ini dan BNNP, terus kejaksaan semua terkait. Mudah-mudahan saya bisa sehat kembali, bisa sembuh dan bisa kembali dipercaya oleh teman-teman semua. Maaf, saya cuman pengen sembuh, terima kasih," tuturnya.