Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla dan Istana Tepis Isu Haji Isam
Bareskrim Polri menetapkan 72 orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah Indonesia pada Minggu (23/8/2026). Penindakan hukum ini berlangsung di tengah penegasan Istana Negara yang membantah isu penunjukan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam sebagai koordinator penanganan bencana tersebut.
Kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti dari para tersangka, mulai dari alat pemantik hingga bahan bakar minyak yang digunakan untuk membakar kawasan hutan.
"Yang pertama adalah 35 buah korek api. Ini sebagai alat yang digunakan untuk membakar. Tentunya ini bukti bahwa memang terjadi kesengajaan untuk melakukan pembakaran, bukan disebabkan faktor alam atau dampak dari panas El Nino," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Irhamni dalam konferensi pers.
Penyidik Bareskrim Polri juga menyita barang bukti cairan mudah terbakar yang ditemukan di lokasi kejadian perkara.
"Ini sangat jelas. Bukti kami secara valid menetapkan proses penyidikan dan menetapkan tersangka ini berdasarkan alat bukti secara profesional," sambung Irhamni.
Selain itu, petugas mengamankan dua jeriken kapasitas 10 liter berisi solar, dua botol plastik Pertalite, satu botol plastik minyak tanah, 21 parang, dua kapak, satu cangkul, 39 batang kayu bekas terbakar, lima plastik sampel tanah terbakar, dua unit senso, 13 plastik bekas polybag, enam batang bibit sawit, serta sepasang sepatu bot.
"Dari barang bukti yang disita oleh penyelidik dan penyidik, sangat jelas motif pembakaran tersebut adalah untuk pembukaan lahan. Rekan-rekan tahu ini adalah musim kemarau, sangat mudah untuk melakukan pembakaran yang nantinya akan ditanami kelapa sawit pada musim hujan," jelas Irhamni.
Di tempat terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meluruskan kabar burung yang beredar di media sosial X mengenai penugasan khusus kepada Haji Isam oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Nggak ada. Tidak ada. Tidak benar itu," kata Prasetyo membantah informasi tersebut saat ditemui di JCC, Jakarta.
Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah memang mengimbau partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menanggulangi karhutla, namun tidak ada struktur kordinasi khusus untuk pengusaha tersebut.
"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak, kan, karena kan kewenangannya bukan di situ," ungkap Mensesneg Prasetyo Hadi.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Minggu (22/8/2026) yang disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, total luas karhutla di Indonesia mencapai 72.798 hektare. Provinsi Kalimantan Barat menjadi wilayah terdampak terbesar dengan luas kebakaran 38.310 hektare, di mana sebanyak 10.010 petugas telah dikerahkan ke lokasi pemadaman.