Polri Ungkap Peran Anak Buah Fredy Pratama dalam Sindikat Narkoba

Share

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peran strategis Frans Antony, jaringan gembong narkotika Fredy Pratama, dalam mengendalikan keuangan serta peredaran narkoba di Indonesia pada Jumat (19/6/2026). Dilansir dari Detikcom, tersangka yang sempat buron ini diketahui mengontrol aliran dana dan operasional penyelundupan barang haram berskala besar dari luar negeri.

"Frans Antony bukanlah pelaku biasa, melainkan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Freddy Pratama," ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Aktivitas ilegal ini diduga kuat melibatkan pasokan narkoba berskala internasional. Pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa jalur penyelundupan tersebut memanfaatkan perbatasan wilayah laut dan darat secara ilegal.

"Frans Antony juga diduga kuat membantu Fredy Pratama dalam peredaran narkoba di Indonesia," lanjut Brigjen Eko Hadi Santoso.

Pasokan narkotika yang dikelola oleh tersangka terindikasi berasal dari negara tetangga di Asia Tenggara. Berdasarkan data kepolisian, volume narkoba yang masuk ke Indonesia melalui jaringan ini mencapai jumlah yang sangat besar setiap bulannya.

"Narkoba ini diduga kuat masuk dari Malaysia dan Thailand melalui jalur laut dan darat yang ilegal," ungkap Brigjen Eko Hadi Santoso.

Sindikat ini memiliki kapasitas distribusi yang masif untuk berbagai jenis narkoba. Pasokan barang terlarang tersebut dikirimkan secara berkala demi menyuplai pasar gelap di Indonesia.

"Setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah mulai dari 100 kg sampai dengan 500 kg," pungkas Brigjen Eko Hadi Santoso.

Sebelum ditangkap, tersangka melakukan berbagai upaya untuk menghindari deteksi aparat penegak hukum. Pelarian tersebut dilakukan dengan berpindah-pindah lokasi di dalam wilayah Thailand.

"Frans Antony melarikan diri dengan cara berpindah-pindah tempat di Thailand," kata Brigjen Eko Hadi Santoso.

Dalam proses pelariannya di Thailand, Frans Antony tidak bergerak sendiri melainkan mendapat sokongan dari kaki tangan Fredy Pratama. Tersangka tercatat sempat menetap cukup lama di sebuah wilayah tertentu sebelum akhirnya berpindah negara.

"Dalam pelariannya, Frans Antony dibantu oleh orang suruhan dari Freddy Pratama yang merupakan WN Thailand. Frans Antonu sempat berpindah-pindah tempat mulai dari daerah Phatthanakan sampai akhirnya menetap kurang lebih selama 2 tahun di daerah Narasiri, Thailand," kata Brigjen Eko Hadi Santoso.

Kedekatan antara Frans Antony dan Fredy Pratama diketahui sudah berlangsung lama sejak masa sekolah di Kalimantan Selatan, di mana Fredy kemudian mengawali bisnis narkotikanya dari Malang, Jawa Timur. Pelarian Frans berakhir setelah masuk ke Malaysia secara ilegal, dan kini ia telah dibawa ke gedung Bareskrim Polri Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara Fredy Pratama masih berstatus buron.

"Frans Antony merupakan orang terdekat Fredy Pratama dan pernah satu SMA di Kalsel. Fredy memulai dan mengendalikan awal jaringan narkoba dari Malang," lanjut Brigjen Eko Hadi Santoso.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author