Pony, Orang Utan Korban Eksploitasi Seks, Diselamatkan di Kalimantan Tengah

Share

Pony, seekor orang utan yang pernah menjadi korban eksploitasi seksual, diselamatkan dari rumah lokalisasi di Kalimantan Tengah pada 2001, menurut laman Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Pony ditemukan dengan tangan dirantai dan dalam kondisi memprihatinkan. Polisi bersenjata turut mengamankan saat proses penyelamatan berlangsung.

Pada 13 Februari 2001, Pony dipindahkan ke pusat rehabilitasi Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, dengan kondisi rambut dicukur habis dan tubuh penuh luka gigitan nyamuk.

Tim medis BOSF memberikan perawatan intensif dan Pony mulai berinteraksi dengan orang utan lain, serta ditempatkan di Sekolah Hutan untuk persiapan pelepasliaran.

Selama dua tahun, Pony menjalani pelatihan hingga dianggap layak untuk tahap akhir rehabilitasi di Pulau Bangamat, namun menunjukkan perilaku kurang mandiri dengan sering menunggu makanan di feeding platform.

Pada Juli 2010, Pony dikembalikan ke kompleks sosialisasi Nyaru Menteng karena dinilai gagal bertahan di alam bebas.

Pada 29 Juni 2013, Pony dipindahkan ke Pulau Kaja dengan berat badan 60 kilogram dan mulai menunjukkan perilaku seperti orang utan liar, seperti mencari pakan alami dan aktif di pohon.

Namun, kondisi ini hanya bertahan sekitar tiga bulan sebelum Pony jatuh sakit pada September 2013 dengan tanda-tanda malnutrisi kronis dan berat badan turun drastis menjadi 44 kilogram.

Setelah perawatan intensif selama lebih dari setahun, Pony kembali membaik dan sejak Agustus 2014 tinggal di kompleks sosialisasi Nyaru Menteng.

Pony diperkirakan lahir sekitar tahun 1996, sehingga kini berusia sekitar 30 tahun. Kisah Pony menjadi bukti kerasnya perlakuan manusia terhadap satwa dan pentingnya perlindungan bagi makhluk hidup.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author