Porsche Pangkas Biaya Tambahan Antisipasi Penurunan Produksi Mobil
Produsen mobil mewah asal Jerman, Porsche AG, tengah menyelesaikan pembahasan mengenai pemangkasan biaya tambahan sebagai langkah persiapan menghadapi periode pengurangan produksi kendaraan pada Sabtu (20/6/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Perusahaan otomotif yang dimiliki oleh Volkswagen AG ini menargetkan kesepakatan dengan perwakilan pekerja terkait efisiensi tersebut dapat tercapai sebelum masa liburan musim panas pabrik pada bulan Juli mendatang. Diskusi mengenai penghematan ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu akibat tekanan tarif Amerika Serikat, kelesuan pasar di China, serta ketatnya kompetisi di Eropa.
CEO Porsche Michael Leiters berkomitmen untuk mendongkrak kembali performa finansial perusahaan setelah saham Porsche keluar dari indeks acuan DAX Jerman tahun lalu. Kebijakan baru ini akan menambah daftar efisiensi setelah rencana sebelumnya yang menargetkan pengurangan sekitar 3.900 posisi kerja hingga tahun 2029.
Langkah pengetatan anggaran ini dipastikan bakal memengaruhi volume output pabrik. Dalam sebuah wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung, manajemen menyatakan bahwa Porsche berencana memproduksi mobil dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu yang mencapai kisaran 280.000 unit.
"Porsche harus mampu menghasilkan uang bahkan dengan jumlah mobil yang lebih sedikit," kata CEO Porsche Michael Leiters.
Guna mewujudkan target efisiensi tersebut, ia menambahkan bahwa pabrikan mobil mewah ini berniat untuk memperdalam kolaborasi dengan merek saudaranya di bawah naungan grup VW, yaitu Audi. Di sisi lain, Leiters yang mulai menjabat sebagai CEO sejak Januari lalu juga menegaskan keinginan perusahaan untuk tetap menawarkan seri 718 kelas bawah demi memikat basis pelanggan baru.
Adapun lini produksi untuk generasi 718 terbaru, khususnya model Boxster dan Cayman yang menggunakan bahan bakar bensin, telah resmi berakhir pada tahun lalu. Porsche yang sempat menjadi motor pencetak laba utama bagi Volkswagen Group kini menghadapi tekanan berat dari dinamika pergeseran pasar mobil global, di mana pengiriman unit tahun lalu merosot ke level terendah sejak 2009 hingga memaksa perusahaan memotong proyeksi pendapatan sebanyak empat kali.